Ikut Upacara HUT RI ke 73 di KPK, Ini Harapan Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Saut Situmorang menyambut kedatangan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Kantor KPK, Jakarta, Jumat 27 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Saut Situmorang menyambut kedatangan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Kantor KPK, Jakarta, Jumat 27 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Seusai mengikuti upacara hari ulang tahun atau HUT RI ke 73 di gedung KPK, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali meminta Presiden Jokowi benar-benar memberikan perhatian untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap dirinya pada 11 April 2017 lalu. Novel mengatakan sudah beberapa kali menyampaikan hal ini kepada publik dan Presiden juga sudah mengetahui.

    “Saya tidak tahu apakah dengan surat itu menjadi efektif atau tidak tetapi yang jelas Bapak Presiden saya harapkan beliau betul-betul mau memberikan perhatian dan mendukung pemberantasan korupsi," kata Novel, Jumat, 17 Agustus 2018.

    Baca:Upacara Peringatan HUT RI ke 73, Jokowi Berpakaian Adat Aceh

    Novel menyampaikan harapannya lantaran pelaku penyerangan terhadap dirinya tak kunjung terungkap.  Menurut Novel, dukungan dari Presiden sangat penting dalam upaya pengungkapan penyerangan terhadap dirinya maupun orang-orang yang berjuang dalam pemberantasan korupsi.

    Caranya? “Dengan cara jika ada yang menyerang orang-orang di KPK atau orang-orang yang berjuang dalam pemberantasan korupsi itu betul-betul didukung untuk diungkap.” Dukungan Presiden, kata Novel, penting. Tanpa dukungan yang sungguh-sungguh, hasilnya juga tidak akan optimal.

    Baca:Kementerian Berikan Remisi HUT RI untuk Ratusan Ribu Narapidana

    Mengenai tim gabungan pencari fakta kasusnya, Novel belum mengetahui apakah pimpinan KPK sudah berkoordinasi dengan Presiden Jokowi. Ia hanya menuntut pimpinan agar penyerangan-penyerangan terhadap KPK selama ini diungkap. “Jadi tidak hanya (penyerangan) terkait dengan saya," ujar Novel seusai peringatan HUT RI.

    Novel Baswedan kembali ke Indonesia pada 22 Februari 2018 dari Singapura. Ia berobat ke negeri singa selama lebih dari 10 bulan karena kedua matanya rusak akibat disiram air keras oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 saat ia pulang dari salat subuh di masjid di dekat rumahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.