Prabowo - Sandiaga Gelar Tiga Pertemuan Ini Seusai Daftar Pilpres

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berpose di hadapan awak media saat mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Dari hasil keputusan bersama tiga partai, yakni PKS, PAN, dan Gerindra, menunjuk Sandiaga sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar tiga pertemuan politik seusai mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka bertemu dua organisasi massa Islam terbesar, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), serta Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam rentang waktu kurang dari sepekan.

Baca: Sandiaga Klaim Siap Hadapi Data-data Ekonomi dari Kubu Jokowi

Berikut tiga pertemuan yang dilakukan Prabowo-Sandiaga berdasarkan urutan waktu, setelah mendaftar ke KPU pada 10 Agustus lalu.

1. Prabowo-Sandiaga Bertemu Muhammadiyah

Prabowo-Sandiaga mendatangi kantor Pusat Dewan Dakwah Muhammadiyah pada Senin malam, 13 Agustus 2018. Dikabarkan Prabowo-Sandiaga bertemu langsung dengan Ketua Umum Dewan Dakwah Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Kepada awak media yang menunggu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo mengatakan, dirinya banyak bertukar pandangan dalam pertemuan itu. "Kami bertukar pandangan, banyak pandangan sama, ada kesadaran arah perkembangan ekonomi," kata Prabowo.

Baca: Tim Pemenangan Prabowo - Sandiaga Akan Fokus Isu Ekonomi

Prabowo juga menyampaikan dirinya meminta Muhammadiyah untuk membuka pintu untuknya agar dapat melakukan kajian ilmiah bersama. "Supaya bangsa ini bisa maju berdasarkan fakta, bukan selera," kata dia.

Sementara itu, Sandiaga sempat menyatakan bahwa ada beberapa pengurus Muhammadiyah tertarik untuk bergabung menjadi tim suksesnya. Ia mengatakan timnya masih akan memilih nama-nama orang tersebut. "Akan digodok di tim yang digawangi para sekjen," kata dia.

Ketua Umum Dewan Dakwah Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, ia menitipkan enam pesan kepada Prabowo-Sandiaga. Pertama, Haedar meminta kebijakan pemerintah jangan ada yang bertentangan dengan nilai dasar. Menurut Haedar nilai dasar tersebut adalah agama, Pancasila dan kebudayaan.

Kedua, Haedar meminta Prabowo-Sandiaga untuk menegakkan kedaulatan negara melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat. Ketiga, ia meminta keduanya untuk mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi secara progresif. "Khususnya dalam menghadapi kelompok kecil yang menguasai ekonomi," kata Haedar.

Keempat, Haedar meminta mereka melakukan rekonstruksi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Kelima, Muhammadiya meminta Prabowo dan Sandiaga untuk melakukan reformasi birokrasi, termasuk mengenai pemberantasan korupsi.

Poin terakhir, Haedar meminta Prabowo dan Sandiaga melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif untuk melindungi kepentingan dalam negeri. Menurut dia, Indonesia merupakan negara Islam terbesar sehingga memiliki kekuatan stategis di dunia Islam.






Survei Indikator: Elektabilitas AHY dan Puan Maharani Konsisten Menguat

7 jam lalu

Survei Indikator: Elektabilitas AHY dan Puan Maharani Konsisten Menguat

Dalam simulasi 19 nama semi terbuka, Ketua Umum Partai Demokrat AHY berada di peringkat 5 dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di peringkat 7.


Temui Investor Singapura East Hospitality hingga RedDoorz, Sandiaga Ajak Investasi di Sektor Pariwisata

13 jam lalu

Temui Investor Singapura East Hospitality hingga RedDoorz, Sandiaga Ajak Investasi di Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu dengan beberapa investor asal Singapura untuk berinvestasi di sektor pariwisata di Indonesia.


Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

1 hari lalu

Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

Selain ke MK, upaya mengubah ketentuan presidential threshold dinilai mesti melalui komunikasi dengan pimpinan partai politik.


PKB dan Gerindra Sama-sama Usung Ketum Jadi Capres, Fadli Zon Bicara Elektabilitas

1 hari lalu

PKB dan Gerindra Sama-sama Usung Ketum Jadi Capres, Fadli Zon Bicara Elektabilitas

PKB berkukuh mengusung Cak Imin sebagai capres 2024. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut keputusan ini merupakan mandat dari muktamar.


Fadli Zon Anggap Kedekatan Prabowo dan Jokowi Tak akan Mengerucut pada Duet di Pilpres 2024

1 hari lalu

Fadli Zon Anggap Kedekatan Prabowo dan Jokowi Tak akan Mengerucut pada Duet di Pilpres 2024

Fadli Zon menilai isu duet Prabowo - Jokowi mesti ditinjau fatsun politiknya.


Soal Duet Prabowo - Jokowi di Pilpres 2024, Fadli Zon Singgung Fatsun Politik

1 hari lalu

Soal Duet Prabowo - Jokowi di Pilpres 2024, Fadli Zon Singgung Fatsun Politik

Fadli mengatakan Prabowo tidak perlu menegaskan soal isu duet ini, mengingat para relawanlah yang melontarkan dan mendukung Prabowo-Jokowi.


Sandiaga Sumringah Jokowi Sindir Pejabat Hobi Wisata ke Luar Negeri

1 hari lalu

Sandiaga Sumringah Jokowi Sindir Pejabat Hobi Wisata ke Luar Negeri

Sandiaga berharap sindiran dan teguran Jokowi soal pilihan destinasi itu bisa dilaksanakan para pejabat dari tingkat bawah hingga atas.


Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

1 hari lalu

Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

Sandiaga melihat layanan akomodasi glamping yang menyebar ke pinggiran kota menjadi bagian ekosistem yang mendukung keberadaannya.


Ingin Tingkatkan Jumlah Turis dari Kapal Pesiar, Sandiaga: Potensinya Masih Sangat Besar

1 hari lalu

Ingin Tingkatkan Jumlah Turis dari Kapal Pesiar, Sandiaga: Potensinya Masih Sangat Besar

Sandiaga Uno menyatakan wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan satu kapal pesiar jumlahnya hampir 6 kali lipat dari pesawat.


Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

2 hari lalu

Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa proses demokrasi di Indonesia harus dilihat secara mendalam.