AJI Usulkan Udin Bernas Dapat Penghargaan dari Unesco

Sekelompok pengamen bermain musik di depan sebuah bangunan dengan mural TTS seri Pers dan Media di Jalan Munggur Kota Yogyakarta (14/3). Mural itu dilengkapi gambar wajah Udin, wartawan Bernas yang tewas akibat dianiaya orang tak dikenal 17 tahun lalu. Meski demikian, hingga kini polisi tak berhasil mengungkap pelakunya. TEMPO/Anang Zakaria

TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tengah mengusulkan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin kepada Unesco untuk menerima Guillermo Cano Press Freedom Prize 2019 mendatang. Udin adalah wartawan Bernas yang dianiaya orang tak dikenal di teras rumahnya di Bantul, DI Yogyakarta pada 13 Agustus 1996 dan menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi tetap tidak sadar pada 16 Agustus 1996.

Baca juga: Peringatan 20 Tahun Tewasnya Jurnalis Udin 

Namun hingga 22 tahun kematiannya tepat 16 Agustus 2018, kasus penganiayaannya belum diungkap.
“Biar Unesco turut mendorong penuntasan kasus Udin,” kata anggota Majelis Etik AJI Bambang Muryanto dalam diskusi publik bertema “22 Tahun, Apakah Kasus Udin Bisa Dituntaskan?” yang diadakan AJI Yogyakarta dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium Kampus Pascasarjana UII Yogyakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.

Penghargaan tersebut diberikan kepada jurnalis yang mempunyai kontribusi memperjuangkan kebebasan pers. Penerima penghargaan pada 2018 adalah fotografer asal Mesir Mahmoud Abu Zeid yang telah empat tahun lebih dipenjara di Mesir.

Baca juga: Jurnalis Malang Tuntut Kasus Udin Dituntaskan 

Kasus Udin pernah disidangkan dengan menyeret terdakwa palsu, Dwi Sumadji alias Iwik dengan dalih perselingkuhan. Padahal berdasarkan investigasi wartawan Bernas yang bergabung dalam Tim Kijang Putih dan Tim Pencari Fakta dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta menghasilkan petunjuk ada dugaan pembunuhan Udin karena sejumlah berita korupsi di Bantul yang ditulisnya.

Sejumlah upaya hukum dan advokasi dilakukan. Termasuk memberikan data-data hasil investigasi itu kepada polisi. Namun polisi tetap berpegang teguh Iwik pelakunya.

“Polisi selalu menuntut adanya bukti baru. Tapi bukti lama tidak pernah ditindaklanjuti,” kata Bambang.

Berdasarkan data yang dihimpun AJI, ada 10 jurnalis di Indonesia yang terbunuh karena menjalankan tugas jurnalistiknya. Termasuk Udin. Data tersebut tidak menutup kemungkinan bertambah mengingat tugas jurnalis rentan dengan tindak ancaman, kekerasan, hingga pembunuhan.

“Publik harus melawan ketika jurnalis menjadi target pembunuhan,” kata Bambang.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Wartawan Udin Tidak Kedaluwarsa

Lantaran tindak kriminal itu tidak hanya mengancam kebebasan pers, tetapi juga kebebasan publik memperoleh informasi. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan tindak kekerasan yang dialami jurnalis akibat dari pelanggaran etik dari jurnalis itu sendiri. Apalagi 162 juta lebih orang Indonesia menggunakan internet sehingga potensi penyebaran hoax pun tinggi.

Berkaitan dengan upaya penuntasan kasus Udin, Ombudsman RI juga pernah meminta salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Pengadilan Militer yang pernah mengadili Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo. Namun hingga kini, BAP itu belum diberikan untuk bahan Ombudsman melakukan klarifikasi.

“Akan ketahuan nama-nama aktor lain dari BAP itu,” kata Ketua Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masturi.

Sementara aktivis Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) UII Tri Guntur Narwaya mengingatkan, meskipun negara tak hadir dalam penuntasan kasus Udin, berbagai upaya advokasi tetap harus dilakukan untuk melawan lupa.

“Kalau gagal melawan lupa justru akan mengedepankan ketakutan. Jadi perlu refleksi terus-menerus,” kata Guntur.






AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

58 menit lalu

AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

Aji mendesak agar kasus peretasan dan serangan terhadap media Narasi diusut tuntas untuk memberi efek jera kepada pelaku.


Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

13 jam lalu

Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

Tim hukum Narasi bersama LBH Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Safenet, telah melaporkan serangan digital ke Mabes Polri


Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

17 hari lalu

Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

Eks sopir dan ajudan Ferdy Sambo, Bharada Sadam dijatuhi sanksi etik karena melakukan pelanggaran terhadap kebebasan pers.


Jurnalis Tempo Nurhadi Kecewa JPU Baru Mengirim Kontra Memori Kasasi Setelah Didatangi

31 hari lalu

Jurnalis Tempo Nurhadi Kecewa JPU Baru Mengirim Kontra Memori Kasasi Setelah Didatangi

Jurnalis Tempo korban tindak kekerasan anggota polisi, Nurhadi, meminta penjelasan jaksa penuntut mengapa tak segera mengirim kontra memori kasasi.


AJI Jakarta dan LBH Pers Kawal Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi oleh Anggota Polri

35 hari lalu

AJI Jakarta dan LBH Pers Kawal Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi oleh Anggota Polri

Kekerasan terhadap jurnalis Nurhadi oleh anggota Polri mendapat pengawalan dari AJI Jakarta dan LBH Pers. Kasus ini proses kasasi di Mahkamah Agung.


Kasus Penganiayaan Jurnalis Nurhadi, AJI Desak MA Perberat Hukuman 2 Polisi Pelaku

36 hari lalu

Kasus Penganiayaan Jurnalis Nurhadi, AJI Desak MA Perberat Hukuman 2 Polisi Pelaku

AJI mendesak Mahkamah Agung memperberat hukuman 2 anggota polisi penganiaya jurnalis Tempo, Nurhadi.


Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

52 hari lalu

Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

Koalisi Pembela LPM Lintas menilai Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis lakukan maladministrasi sehingga dilaporkan ke Ombudsman. Apa tuntutan lainnya


AJI Menolak Intervensi Pimpinan IAIN Ambon Soal Mencabut Penghargaan LPM Lintas

52 hari lalu

AJI Menolak Intervensi Pimpinan IAIN Ambon Soal Mencabut Penghargaan LPM Lintas

Pimpinan IAIN Ambon menganggap pers mahasiswa LPM Lintas tak pantas menerima penghargaan dari AJI Indonesia, kenapa?


Pimpinan IAIN Ambon Ingin AJI Cabut Penghargaan LPM Lintas, Dewan Juri: Keputusan Sudah Final

52 hari lalu

Pimpinan IAIN Ambon Ingin AJI Cabut Penghargaan LPM Lintas, Dewan Juri: Keputusan Sudah Final

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Ambon, Faqih Seknun tak setuju LPM Lintas mendapat penghargaan dari AJI Indonesia


Aliansi Jurnalis Independen Memberi Penghargaan untuk Pers Mahasiswa IAIN Ambon

53 hari lalu

Aliansi Jurnalis Independen Memberi Penghargaan untuk Pers Mahasiswa IAIN Ambon

Aliansi Jurnalis Independen memberi penghargaan untuk Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon