Kemendikbud Beri Penghargaan 117 GTK Berprestasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberikan sambutan saat acara penghargaan kepada para guru dan tenaga kependidikan di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberikan sambutan saat acara penghargaan kepada para guru dan tenaga kependidikan di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

    INFO NASIONAL - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerahkan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan pada acara penutupan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2018.

    Acara digelar di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung A, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu malam, 15 Agustus 2016. Hadir pula Supriano, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, beserta para staf Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

    Acara diselenggarakan dalam rangka memberikan penghargaan pada guru dan tenaga kependidikan di tingkat nasional. Ada 908 guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti penilaian dari 34 provinsi dan dari jumlah tersebut akhirnya terpilih 117 pemenang.

    “Anda yang hadir di sini semuanya adalah juara. Kepada yang malam ini dinyatakan sebagai pemenang, saya ucapkan selamat,” kata Muhadjir.

    Dalam kata sambutannya, Muhadjir menyemangati para peserta. Ia mengatakan, sebagai pendidik, guru, dan tenaga kependidikan, mempunyai peran yang sangat penting dan strategis, serta menjadi faktor utama keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Karena itu, kualitas guru dan tenaga kependidikan sangat menentukan kualitas pembelajaran dalam rangka menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki setiap individu peserta didik.

    “Guru yang tidak hanya mengajar tapi berhasil menyentuh hati dan jiwa peserta didik, akan dapat membentuk karakter anak,” ujar Muhadjir.

    Penganugarahan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan diselenggarakan dengan harapan dapat memberikan kebanggaan dan memotivasi para guru serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang. Sebelum sampai pada pemilihan tingkat nasional, peserta yang memenuhi syarat akademis dan administratif lebih dulu harus melewati beberapa tahapan. Tahapan pemilihan dilakukan secara bertahap mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan berujung pada tingkat nasional.

    "Atas nama pemerintah, Kementerian Pendidikan menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen keprofesian, prestasi, dedikasi, tanggung jawab, dan segala ikhtiar yang dilakukan para GTK dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Muhadjir.

    Muhadjir juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan yang terpilih, agar penganugrahan ini menjadi semangat untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia. Sehingga menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu, berkarakter, dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan internasional.

    Ajang tahunan bergengsi ini diikuti unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan. Tahun ini, kategori dibagi menjadi 39 dan ditentukan pemenang juara I, II, III untuk semua katagori lomba.

    Mekanisme seleksi dilakukan secara transparan, terukur, dan akuntabel dilakukan secara berjenjang dari tingkat kota provinsi sampai nasional.

    Supriano, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, mengungkapkan bahwa guru adalah agen perubahan pendidikan di negeri ini untuk menghadapi tantangan masa depan, baik internal maupun eksternal.

    Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan merupakan bukti pemerintah sangat peduli terhadap jerih payah guru dan tenaga kependidikan, yang menunjukkan kinerja lebih dalam di bidangnya masing-masing.

    “Penganugrahan ini diharapkan dapat memberikan rasa kebanggaan dan motivasi bagi GTK tanah air. Serta membangkitkan tekad yang semakin kuat untuk terus memberikan pengabdian terbaik melalui karya-karya inovatif, inspiratif, dan dedikasi yang tinggi,” kata Supriano. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.