Setelah 21 Tahun, Bendera Pusaka Disimpan di Museum Gedung Sate

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera pusaka diterima Gubernur Jabar Mochamad Iriawan dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial di Aula Timur Gedung Sate, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Bendera pusaka diterima Gubernur Jabar Mochamad Iriawan dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial di Aula Timur Gedung Sate, Rabu, 15 Agustus 2018.

    INFO JABAR - Setelah 21 tahun disimpan di kantor Pemerintah Kota Bandung, duplikat bendera pusaka merah putih milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai 15 Agustus 2018 disimpan di Museum Gedung Sate.

    Bendera pusaka diterima langsung oleh Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan dari Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan disaksikan oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jabar dan Paskibraka Kota Bandung, di Aula Timur Gedung Sate, Rabu, 15 Agustus 2018.

    "Kami berterima kasih kepada Pemkot Bandung sejak 1997 telah menjaga duplikat bendera pusaka milik Pemprov Jabar yang dipelihara dan disimpan dengan baik di Balai Kota," kata Iriawan usai serah terima.

    Bendera pusaka tersebut akan disimpan di Museum Gedung Sate agar bisa dilihat dan diketahui sejarahnya oleh masyarakat. 

    Sejak tahun 1997 bendera merah putih yang dikibarkan di lapangan Gasibu setiap upacara HUT RI merupakan bendera milik Pemprov Jabar yang dibawa oleh Satpol PP dari Pemkot Bandung dan disimpan kembali ke Pemkot Bandung setelah upacara bendera selesai.

    Atas inisiatif PPI Jabar yang berkoordinasi dengan Protokol kedua pemerintahan, diusulkan bendera pusaka Pemprov Jabar dikembalikan ke  Gedung Sate. Sehingga tidak diperlukan lagi pengawalan oleh Satpol PP untuk membawa bendera dari Pemkot ke Pemprov begitupun sebaliknya.

    "Selama ini di Kota Bandung setelah kami menyelesaikan upacara langsung bendera dibawa ke sini (Gedung Sate) oleh satpol PP. Mulai besok kita tidak mengantar dan mengambil lagi bendera Pemprov karena sudah ada disini," kata Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial di samping Pj Gubernur Iriawan.

    Bendera pusaka yang asli terakhir dikibarkan di Istana Merdeka pada  1968. Setahun kemudian, bendera yang dikibarkan adalah duplikat yang dibagikan juga ke seluruh provinsi se-Idonesia dan perwakilan di luar negeri pada 5 Agustus 1969. Duplikat bendera pusaka dibagikan pula kepada 300 Kota dan Kabupaten se-Indonesia tanggal 27 Juni 1970.

    Selanjutnya,  17 Agustus 1973,  pertama kalinya diadakan pengibaran duplikat bendera pusaka di tingkat ibu kota provinsi Jabar yaitu di Kota Bandung. Bendera yang dikibarkan adalah milik Kota Bandung. Upacara  digelar di Balai Kota Bandung karena saat itu kantor Gubernur Jabar berada di Kerta Mukti yang lokasinya berdekatan dengan Balai Kota dan memiliki lapangan luas dan tiang bendera 17 meter.

    Pada 1980 upacara HUT RI dipindahkan ke lapangan Gasibu atau di depan Gedung Sate yang menjadi kantor Gubernur Jabar. Namun duplikat bendera pusaka yang digunakan tetap milik Pemkot Bandung.

    Peristiwa tersebut berlangsung hingga tahun 1996, artinya selama 23 tahun bendera pusaka yang dikibarkan di Gasibu adalah bendera milik Kota Bandung. Kemudian tahun berikutnya, atas inisiatif Kepala Bagian Rumah Tangga Pemprov Jabar saat itu, bendera pusaka milik Pemprov Jabar diserahkan ke PPI untuk dikibarkan. Jadi di tahun itu ada dua bendera pusaka yang dikibarkan yaitu di Gasibu dan Balai Kota Bandung.

    "Ini sejarah ya, nanti saat upacara HUT RI ke-73 di Gasibu, duplikat bendera akan dibawa dari Gedung Sate," kata Iriawan. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.