Cium Tangan JK, Syafruddin Bantah Titipan Wapres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Komjen Pol Syafruddin (kiri) berbicara dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 15 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Komjen Pol Syafruddin (kiri) berbicara dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 15 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Menpan RB Syafruddin membantah rumor yang mengatakan bahwa pengangkatannya karena titipan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Baca juga: Asman Abnur Segera Serah Terima Jabatan Menteri PAN-RB dengan Syafruddin

    "Saya tidak tahu perihal kabar ada titipan atau apa. Yang pasti yang memanggil saya adalah Presiden, dan saya tidak pernah dititip-titip," ujar Syafruddin di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Syafruddin yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Polri menegaskan bahwa jabatan barunya itu ia dapatkan karena prestasi yang ia torehkan selama berkarir di Polri. "Saya mendapatkan jabatan karena prestasi saya," kata dia.

    Syafruddin dan JK dikenal dekat karena Syafruddin pernah menjabat sebagai ajudan. Keduanya pun sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan.

    Baca juga: Dilantik Gantikan Asman Abnur, Syafruddin Cium Tangan Megawati

    Keakraban mereka pun tergambar saat pelantikan Syafruddin hari ini di Istana Negara. Saat pemberian ucapan selamat ini, Syafruddin mencium tangan Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, dan Megawati. Adapun tamu-tamu lain hanya bersalaman biasa. Sebelum menjadi Menpan RB, Syafruddin adalah Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal. Ia pernah menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri serta ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2004-2009.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.