Larang Politik Masjid, 5 Fakta Syafruddin Pengganti Asman Abnur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di  Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    2. Menyanggah tudingan Sandiaga Uno soal masjid radikal

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan telah memiliki data puluhan masjid yang terindikasi menyuburkan paham radikalisme di Jakarta. Data-data masjid itu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. "Kami punya datanya di Biro Dikmental (Pendidikan Mental)," kata Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa, 5 Juni 2018.

    Baca: Reaksi Wakapolri Bantah Temuan Masjid Terindikasi Radikalisme

    Sandiaga tidak bersedia menyebut masjid-masjid tersebut. Namun pemerintah sudah mengambil langkah-langkah untuk mendorong pengelola masjid menggelar kegiatan positif. Bahkan ia turun langsung untuk melakukan pembinaan di masjid-masjid itu.

    Syafruddin membantah jika ada masjid yang disebut tempat penyebaran paham radikalisme. Termasuk pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta bahwa ada 40 masjid di Jakarta yang terpapar radikalisme. "Saya sangat membantah kalau ada yang mengatakan masjid itu tempat radikal. Masjid itu benda, tempat suci, hati-hati, jangan sampai dilaknat oleh Allah," kata Syafruddin, 11 Juni 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.