Pesawat Jatuh di Papua, 4 dari 8 Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puing pesawat milik Dimonim Air jenis phylatus dengan kode penerbangan PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk, Oksibil, Papua, Ahad, 12 Agustus 2018. Pesawat ini hilang kontak pada Sabtu, 11 Agustus 2018, setelah terbang dari bandara Tanah Merah pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT. ANTARA/Pendam XVII Cendrawasih

    Puing pesawat milik Dimonim Air jenis phylatus dengan kode penerbangan PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk, Oksibil, Papua, Ahad, 12 Agustus 2018. Pesawat ini hilang kontak pada Sabtu, 11 Agustus 2018, setelah terbang dari bandara Tanah Merah pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT. ANTARA/Pendam XVII Cendrawasih

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat dari delapan jenazah penumpang kecelakaan pesawat Dimonim Air yang jatuh di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Papua, telah dibawa pulang oleh keluarga masing-masing.

    "Dari delapan jenazah, baru empat yang kami serahkan. Kami masih tunggu keluarga korban dari empat lainnya untuk diambil data primer," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal melalui pesan singkat, Selasa, 14 Agustus 2018.

    Baca: Tim SAR Evakuasi Pesawat Jatuh di Pegunungan Bintang

    Data primer yang dimaksud adalah sidik jari, gigi, dan DNA jenazah. Jika ketiga data utama itu tidak terdeteksi, maka tim forensik akan menggunakan properti, fotografi, dan medical record untuk mengidentifikasi jenazah.

    Kecelakaan pesawat Dimonim Air di Pegunungan Bintang, Papua, menewaskan delapan orang penumpang. Satu penumpang berusia 12 tahun bernama Jumaidi kini masih dalam perawatan tim medis. Ia mengalami patah tangan di sebelah kanan.

    Delapan korban tewas itu adalah pilot Lessie dan kopilot Wayan Sugiarta, Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, dan Naimus.

    Baca: Pesawat Hilang Kontak di Pegunungan Bintang, Papua

    Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pada 11 Agustus 2018 ditemukan hancur di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon pada Minggu pagi, 12 Agustus 2018.

    Kamal menuturkan, peristiwa itu bermula ketika pesawat Dimonim Air PK-HVQ, tipe PAC 750XL milik PT Martha Buana Abadi yang membawa tujuh penumpang terbang dari Bandar Udara Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 11 Agustus 2018 sekitar pukul 13.00 WIT.

    Pesawat itu menempuh perjalanan selama 40 menit menuju tujuan. Akan tetapi, pada menit ke-30, pesawat tersebut hilang kontak. "Pada saat itulah kita kehilangan kontrak," kata dia. Pesawat itu terakhir melaporkan berada di posisi ketinggian 7.000 kaki.

    Baca: Korban Selamat Pesawat Jatuh Dievakuasi ke Jayapura

    Kemudian, masyarakat setempat menemukan adanya pesawat yang terbang rendah di wilayah Gunung Menuk, Distrik Aerambakon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.