Gempa Lombok, Jokowi Minta TNI Tangani Daerah yang Terisolir

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melihat kondisi korban gempa yang dirawat di rumah sakit darurat di tenda pengungsian Lombok Utara, NTB, Senin, 13 Agustus 2018. Rumah sakit darurat yang berada di lapangan itu merawat setidaknya 26 korban gempa. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi melihat kondisi korban gempa yang dirawat di rumah sakit darurat di tenda pengungsian Lombok Utara, NTB, Senin, 13 Agustus 2018. Rumah sakit darurat yang berada di lapangan itu merawat setidaknya 26 korban gempa. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memimpin penanganan wilayah gempa bumi di Lombok yang terisolir. Pemerintah membutuhkan tenaga TNI dalam penanganan korban gempa Lombok, untuk bisa masuk ke daerah terisolir lantaran medan di sana yang berat.

    Baca: Gempa Lombok, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 439 Orang

    "Saya sudah perintahkan kepada Panglima TNI supaya diselesaikan masalah yang ada, karena juga di sini sebenarnya standby empat heli yang bisa digunakan," kata Jokowi saat meninjau lokasi gempa bumi di Lombok dikutip dari siaran pers Sekretariat Kepresidenan, Senin, 13 Agustus 2018.

    Jokowi membenarkan, jika masih ada beberapa wilayah di Lombok belum mendapatkan bantuan karena lokasinya yang luas dan medan yang sulit. "Masih ada satu, dua, tiga desa yang belum (terjangkau) karena posisinya menuju ke puncak Gunung Rinjani yang tidak bisa dijangkau oleh motor apalagi mobil," tuturnya.

    Baca: Jokowi Tinjau Rumah Warga yang Roboh Akibat Gempa Lombok

    Jokowi telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi, menurut informasi yang dia terima, saat ini masih terdapat beberapa rumah dan warga yang tertimpa longsor akibat gempa.

    Presiden Jokowi mempimpin rapat terbatas terkait penanganan pasca-gempa, di sekitar tenda pengungsian di Lombok Utara, NTB, Senin, 13 Agustus 2018. Rapat terbatas tersebut dihadiri Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M. Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. Foto: Biro Pers Setpres

    Terkait masalah sanitasi, Presiden juga memastikan bantuan berupa 200 MCK portable dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan segera datang dan dipasang di sejumlah lokasi pengungsian.

    Baca: Kunjungi Pengungsi Gempa Lombok, Jokowi Tidur di Tenda

    "Yang baru terpasang 90, menuju ke sini 200 tapi itu pun masih tetap kurang sehingga akan terus dihitung kekurangannya berapa dan terus akan dikirim," kata dia.

    Terkait bantuan obat-obatan, Jokowi menjamin sudah terdistribusi dengan baik. "Informasi yang saya terima masih dalam keadaan yang baik," tuturnya.

    Saat meninjau lokasi gempa Lombok, Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.