Pidato Jokowi Soal Siap Diajak Berantem, Begini Pendapat Warganet

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri rapat umum relawan Jokowi di Sentul International Convention Centre, Bogor, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri rapat umum relawan Jokowi di Sentul International Convention Centre, Bogor, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pidato Presiden Joko Widodo di hadapan para relawan yang menyebut, jangan takut kalau diajak berantem, membuat heboh. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul pada 4 Agustus 2018.

    Kubu penentang Jokowi menganggap pidato itu ungkapan yang mengarah kepada kekerasan. Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyayangkan pernyataan Jokowi tersebut. "Gerindra menyayangkan arahan Jokowi yang meminta relawannya berani jika diajak berantem," kata Andre dalam pesan singkat yang diterima Tempo, Ahad, 5 Agustus 2018. Andre mengatakan pernyataan Jokowi itu bisa mendorong pada kekerasan.

    Baca: Begini Pidato Lengkap Jokowi Soal Siap Diajak Berantem yang Viral

    Namun sebaliknya, kubu Jokowi melihat apa yang diucapkan itu sebagai kiasan. Ketua Umum Pro Jokowi, Budi Arie Setiadi mengatakan pernyataan Jokowi tersebut bagus untuk memompa daya juang di tengah maraknya hoaks dan fitnah dengan data palsu.

    "Pernyataan Jokowi sudah pas dan tepat dalam acara itu. Tidak ada yang berlebihan. Jokowi berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye, tetapi juga tidak boleh gentar apalagi takut. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu," kata dia melalui keterangan tertulis, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Baca: Relawan Bela Jokowi soal Pernyataan Berani Diajak Berantem

    Secara lengkap, pidato Jokowi yang berkaitan dengan pernyataan tersebut berbunyi sebagai berikut :

    Nanti apabila masuk ke tahap kampanye, lakukan kampanye yang simpatik, tunjukkan diri kita adalah relawan yang bersahabat dengan semua golongan, jangan membangun permusuhan. Sekali lagi, jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian. Jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela. Tidak usah suka menjelekkan orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani

    (relawan bersorak)

    Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, saya bilang tadi tolong tadi, tolong digarisbawahi, jangan ngajak. Kalau diajak? (relawan bersorak lagi)

    Berkaitan dengan kontroversi itu, melalui survei kolom Indikator di Tempo.co, dengan pertanyaan "Apakah Anda setuju pernyataan Jokowi itu dinilai provokatif?", diperoleh hasil bahwa sebanyak 2.237 pemilih menjawab "tidak". Sedangkan jawaban "ya" dijawab oleh sebanyak 1.610 pemilih. Sementara itu, ada 22 pemilih yang menjawab tidak tahu.

    Baca: Gerindra Anggap Pernyataan Jokowi Mendorong Kekerasan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.