Prabowo - Sandiaga akan Masukan Ulama ke Struktur Timses

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno usai menemui politikus PAN Soetrisno Bachir di Jalan Simprug Golf, Jakarta Selatan pada Sabtu, 11 Agustus 2018 (Andita Rahma)

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno usai menemui politikus PAN Soetrisno Bachir di Jalan Simprug Golf, Jakarta Selatan pada Sabtu, 11 Agustus 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan akan memasukkan ulama dalam struktur tim sukses Prabowo - Sandiaga untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 nanti. "Sedang disusun Pak Prabowo, kami ingin cepat, namun tidak terburu-buru," kata Sandiaga di Kantor Muhammadyah, Senin malam, 13 Agustus 2018.

    Simak: Demokrat: SBY Bagi Cara Menang Pilpres ke Prabowo - Sandiaga

    Sandiaga mengatakan ulama akan mendapatkan tempat penting dalam struktur timses Pabowo - Sandiaga. Alasannya, Sandiaga menyebutkan ulama merupakan sosok yang harus dimuliakan.

    Sandiaga juga mengatakan, ada beberapa pengurus Muhammadiyah yang akan masuk dalam tim suksesnya. "Akan digodok di tim yang digawangi para sekjen," kata dia.

    Walaupun Muhammadyah tidak dapat berpolitik praktis. Namun Sandiaga menjelaskan para individu dari organisasi tersebut tertarik untuk bergabung. Saat ini, timnya akan memilih nama-nama orang tersebut.

    Simak juga: Fadli Zon: Tim Sukses Prabowo - Sandiaga Dibentuk Pekan Ini

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, struktur itu sudah rampung kendati belum ada personel tim pemenangan yang ditetapkan. "Sebagai sebuah rancangan sudah selesai. Akan disampaikan kepada partai-partai pengusung untuk dilakukan pembahasan dan persetujuan," kata Muzani di depan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto setelah mengantar Prabowo - Sandiaga menjlani tes kesehatan..


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.