Prabowo dan Sandiaga Kunjungi Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam perjalanan menuju Komisi Pemilihan Umum untuk mendaftar sebagai calon presiden, Jumat, 10 Agustus 2018. Prabowo bertolak dari Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat seusai menunaikan salat Jumat. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam perjalanan menuju Komisi Pemilihan Umum untuk mendaftar sebagai calon presiden, Jumat, 10 Agustus 2018. Prabowo bertolak dari Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat seusai menunaikan salat Jumat. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto datang ke Pusat Dakwah Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ia datang sekitar pukul 20.22 WIB dengan mengenakan baju koko berwarna putih dengan peci hitam.

    Saat ditanya maksud kedatangannya ke kantor PP Muhammadiyah tersebut, Prabowo menjawab ia ingin bersilaturahmi. "Silahturahmi saja, sebagai ormas islam bersejarah, patut silahturahmi," kata dia pada Senin malam, 13 Agustus 2018.

    Baca: Koalisi Prabowo - Sandiaga Godok Tim Pemenangan Pilpres 2019

    Prabowo datang dengan didampingi oleh bakal calon wakil presidennya Sandiaga Uno dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Namun mereka datang tidak berbarengan.

    Zulkifli datang lebih dulu sekitar pukul 19.30 WIB. Disusul oleh Sandiaga pada pukul 19.45 WIB. "Tentu juga akan silaturahim dengan PBNU, dewan dakwah dan lain-lain. Termasuk ke ormas-ormas keagamaan lainnya," kata Zulkifli.

    Baca: Jalani Tes Kesehatan, Prabowo Cerita Takut Jarum Suntik

    Sebelumnya, Prabowo dan Sandiaga menjalani tes pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto di Jakarta Pusat sebagai tahapan dari pendaftaran pilpres 2019.

    Prabowo dan Sandiaga menjalani 16 tahapan kesehatan. "Saya mantan tentara yang takut dokter, terutama takut suntik saya, lebih baik suruh terjun saja," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini di depan lobi RSPAD.

    Baca: Soal Pilpres 2019, Luhut Pandjaitan Pesan Begini ke Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.