Jokowi Tinjau Rumah Warga yang Roboh Akibat Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melihat rumahnya yang hancur akibat gempa bumi di Lombok Utara, 9 Agustus 2018. Gempa Lombok, yang diikuti gempa susulan yang terjadi berkali-kali, membuat rumah warga rusak ringan hingga berat. AP

    Seorang pria melihat rumahnya yang hancur akibat gempa bumi di Lombok Utara, 9 Agustus 2018. Gempa Lombok, yang diikuti gempa susulan yang terjadi berkali-kali, membuat rumah warga rusak ringan hingga berat. AP

    TEMPO.CO, Lombok Utara - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di Nusa Tenggara Barat pada Senin sore, 13 Agustus 2018 pukul 17.30 WITA untuk meninjau kondisi korban gempa Lombok. Jokowi mengunjungi posko utama pengungsian di Lapangan Pemenang, Lombok Utara.

    Ditemani oleh Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, Jokowi meninjau dapur umum, posko kesehatan dan ruang gembira anak-anak. Ia juga mengunjungi tenda pengungsian tempat para pengungsi dewasa. Di sana, ia membagikan sembako.

    Baca: Jokowi Meninjau Lokasi Pengungsian Akibat Gempa Lombok

    Usai meninjau para pengungsi, Jokowi beserta rombongan menuju beberapa rumah yang roboh akibat gempa berkekuatan 7 SR. Jokowi mengatakan pemerintah akan membantu masyarakat yang rumahnya roboh. “Untuk jumlah belum dipastikan, kurang lebih ya. Nanti akan dihitung dulu,” ujarnya.

    Dalam keterangannya pada Senin, 13 Agustus 2018, Jokowi mengatakan pemerintah menjamin penanganan dampak gempa Lombok bakal diselesaikan dengan cepat dan baik. Menurut Jokowi, beberapa hal yang menjadi prioritas Jokowi adalah pelayanan kesehatan dan pendidikan.

    Baca: Gempa Lombok, 8 Duta Besar Baru Sampaikan Simpati

    Sementara itu, di lokasi pengungsian, banyak masyarakat yang meminta Jokowi juga ikut membantu penduduk membangun kembali rumahnya yang rusak akibat gempa. Jokowi setuju memberikan bantuan pembangunan rumah dalam bentuk uang tunai.

    Jokowi juga dikabarkan berencana untuk menginap di posko pengungsian. Sejumlah persiapan pun tampak dilakukan. Petugas gabungan TNI dan Polri tampak mengecek tenda yang akan digunakan oleh rombongan presiden.

    Baca: Kerugian Ekonomi Akibat Gempa Lombok Capai Rp 5,04 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.