Akan Diperiksa KPK untuk Amin Santono, Legislator Sukiman Mangkir

Anggota Komisi IX DPR, Amin Santono (kanan), mengenakan rompi tahanan KPK pasca OTT di Gedung KPK, Jakarta, 6 Mei 2018. KPK menemukan uang Rp 400 juta yang diduga diterima Amin dari seorang kontraktor bernama Ahmad Ghiast. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sukiman, mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap dana perimbangan daerah dengan tersangka Amin Santono. KPK tidak menjelaskan alasan ketidakhadiran anggota Komisi Keuangan DPR itu.

"Saksi Sukiman tidak datang, tadi stafnya menyampaikan surat ke KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 13 Agustus 2018.

Baca:
Demokrat Berhentikan Amin Santono secara Tidak Hormat
Amin Santono Tersangka, Karier Politiknya Dimulai di ...

KPK menyangka suap terjadi dalam usul proyek dari Kabupaten Sumedang dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2018. Tersangka Amin Santono adalah bekas anggota Komisi Keuangan DPR dari Fraksi Partai Demokrat.

Tak datang untuk pemeriksaan, Sukiman akan dipanggil lagi. "Ya, nanti akan dijadwalkan kembali pemeriksaannya sesuai kebutuhan penyidikan," ujar Febri.

Baca: Begini Kronologi OTT Anggota DPR Amin Santono

Sukiman merupakan anggota DPR pertama yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Dugaan keterlibatannya dalam kasus ini mengemuka setelah KPK menggeledah rumah dinas dan apartemen yang ditempati staf ahlinya. Dari kedua tempat itu, KPK menyita dokumen dan mobil Toyota Camry. "Dari apartemen disita kendaraan Toyota Camry, dan dari rumah dinas anggota disita dokumen," ucap Febri.

Dalam kasus mafia anggaran ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka antara lain Amin Santono dan mantan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo, sebagai tersangka penerima suap. KPK juga menetapkan dua kontraktor, yakni Ahmad Ghiast dan Eka Kamaluddin, sebagai tersangka pemberi hadiah.

Simak: Sebelum OTT KPK, Amin Santono Tak Pulang ke Rumah

Terkuaknya kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK terhadap Amin di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 4 Mei 2018. Dalam operasi itu, KPK menyita Rp 400 juta dan bukti transfer Rp 100 juta serta dokumen proposal penganggaran dana perimbangan daerah. Setelah menangkap Amin, KPK mencokok Yaya serta Ahmad dan Eka di lokasi berbeda.

KPK menyangka uang Rp 500 juta yang diterima Amin Santono adalah imbalan yang dijanjikan sebesar 7 persen dari dua proyek di Kabupaten Sumedang bernilai Rp 25 miliar.






Fraksi PKS DPR Ajak Ormas Islam Kolaborasi Bahas RUU

1 jam lalu

Fraksi PKS DPR Ajak Ormas Islam Kolaborasi Bahas RUU

Jazuli menilai ormas-ormas Islam yang merupakan representasi dari umat adalah bagian dari Fraksi PKS.


Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

1 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

11 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

12 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.


Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

14 jam lalu

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

Publik mendesak eks Jubir KPK, Febri Diansyah, mengundurkan diri jadi pengacara Putri Candrawathi. Apakah kuasa hukum diperbolehkan menolak klien?


Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

16 jam lalu

Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

Wali Kota Ambon selama dua periode ini didakwa telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di Pemkot Ambon.


KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

16 jam lalu

KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

KPK memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas Lampung (Unila) terkait tindak pidana suap yang melibatkan mantan Rektor Unila Karomani


KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

17 jam lalu

KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

18 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

19 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.