Minggu, 21 Oktober 2018

Ahli Waris Korban Gempa Lombok Dapat Santunan Rp6,06 Miliar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua korban gempa mandi di dekat rumah mereka yang roboh pasca-gempa di Dusun Lengkukun, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB, Sabtu, 11 Agustus 2018. Hingga hari keenam pasca-gempa, para korban gempa yang lokasinya jauh dari ibu kota Kabupaten Lombok Utara belum tersentuh bantuan dan saat ini hanya bertahan dengan bantuan yang dibawakan pihak keluarga. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Dua korban gempa mandi di dekat rumah mereka yang roboh pasca-gempa di Dusun Lengkukun, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB, Sabtu, 11 Agustus 2018. Hingga hari keenam pasca-gempa, para korban gempa yang lokasinya jauh dari ibu kota Kabupaten Lombok Utara belum tersentuh bantuan dan saat ini hanya bertahan dengan bantuan yang dibawakan pihak keluarga. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan Kementerian Sosial akan menyalurkan santunan sebesar Rp6,06 miliar untuk ahli waris 404 korban meninggal akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Baca juga: Galang Dana untuk Gempa Lombok, Gitar Menhub Laku Rp200 Juta

    "Bantuan semua akan kami berikan santunan ahli waris masing-masing Rp15 juta. Kalau ada 404 yang meninggal kami siapkan Rp6,06 miliar," kata Mensos di sela-sela Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia di Buperta Cibubur, Jakarta, Ahad 12 Agustus 2018.

    Dia mengatakan, laporan Komandan Satgas Gempa Lombok, hingga hari ini terdata 404 korban meninggal dunia.

    Lebih lanjut Idrus mengatakan, pada awal kunjungannya pascagempa Lombok yang terjadi pada Ahad 5 Agustus 2018 malam, Kemensos telah menyalurkan santunan kepada ahli waris 94 korban meninggal yang ditemukan sehari setelah gempa.

    Selain santunan, Kemensos juga menyalurkan 12.000 paket sembako, mendirikan dapur umum serta menyalurkan 1.300 tenda untuk hunian sementara warga yang mengungsi karena kehilangan rumah pasca- gempa Lombok berkekuatan 7,0 Skala Richter itu.

    Baca juga: BNPB Lega NTB Memperpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok

    Di samping itu, dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo sebelumnya telah diputuskan bahwa dalam rangka tanggap darurat semua kebutuhan warga Nusa Tenggara Barat yang menjadi korban gempa Lombok harus dipenuhi, baik tempat tinggal, makanan, obat-obatan dan lainnya.

    Begitu juga dengan bantuan psikososial untuk pemulihan trauma tetap dilalukan oleh Kemensos serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

    Baca juga: DPR Minta Gempa Lombok Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

    "Yang paling penting bahwa seluruh rumah yang rusak akan direhabilitasi kembali. Pemerintah memutuskan akan memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp20 juta rusak sedang dan Rp10 juta yang rusak ringan," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.