Kemendikbud Beri Apresiasi GTK Berprestasi Tingkat Nasional 2018

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Kemendikbud GTK, membuka acara, pemilihan Guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di hotel Sahid Jakarta. Minggu,12-08-2018.

    Dirjen Kemendikbud GTK, membuka acara, pemilihan Guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di hotel Sahid Jakarta. Minggu,12-08-2018.

    INFO NASIONAL-- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menggelar acara pembukaan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2018 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, 12 Agustus 2018.

    Hadir dalam acara tersebut Supriano, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, M.Q. Wisnu Aji, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, beserta para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Acara juga dihadiri oleh guru dan tenaga pendidikan dari 34 provinsi.

    Kegiatan pemberian apresiasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan ini merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memberikan penghargaan pada guru dan tenaga kependidikan di tingkat nasional. Selain itu, pemberian penghargaan ini merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

    Supriano, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengungkapkan dalam sambutanya bahwa banyak tantangan yang dihadapi di masa akan datang oleh bangsa ini. “Kita menghadapi tantangan yang luar biasa baik internal maupun eksternal dan guru adalah agen perubahan pendidikan di negeri ini," katanya.

    Dengan karunia jumlah penduduk yang besar, di tahun 2020-2030 dimana penduduk Indonesia diperkirakan yang berusia 15-65 tahun, jumlahnya mencapai 70 persen. Menurut Supriano ini akan menjadi tantangan, bila tidak ditangani dengan baik, maka jumlah yang besar ini akan menjadi beban bangsa. "Tapi bila diberikan pendidikan dengan baik, maka jumlah penduduk yang besar tersebut akan menjadi tenaga kerja yang produktif dan bisa memajukan bangsa Indonesia," ujarnya.

    Supriano, juga mengingatkan bahwa anak-anak bangsa Indonesia saat ini akan menghadapi abad 21 yang penuh dengan persaingan ketat. Mereka akan mendapatkan kesulitan bila tidak mendapatkan pendidikan yang baik. Ia menyebutkan bahwa perubahan kurikulum yang dilakukan Kemendikbud saat ini adalah salah satu untuk menjawab tantangan di abad 21.

    Sementara itu, M.Q. Wisnu Aji, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dalam paparannya mengenai kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi diselengarakan dengan harapan dapat memberikan kebanggaan dan memotivasi para guru dan tenaga kependidikan.

    Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang, sebelum sampai pada pemilihan tingkat nasional, peserta yang telah memenuhi syarat akademik dan administratif lebih dulu harus melewati beberapa tahapan. Tahapan pemilihan dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan berujung pada tingkat nasional.

    “Sistem penghargaan yaitu dengan seleksi ketat, transparan dan terukur. Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 73,” ujar Wisnu Aji.

    Penghargaan diberikan pada pendidik dan tenaga kependidikan dari jenjang pendidikan anak usia dini sekolah dasar, sekolah tingkat pertama, dan sekolah tingkat atas. Dengan kategori di antaranya guru berprestasi, kepala sekolah berprestasi, pengawas berprestasi, guru berdedikasi, kepala sekolah berdedikasi, pengawas berdedikasi, kepala administrasi berprestasi dan pengajar perpustakaan berprestasi.

    Pengumuman dan penyerahan penghargaan pemenang Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2018 ini akan akan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada 15 Agustus 2018 yang akan datang. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?