Tim SAR Evakuasi Pesawat Jatuh di Pegunungan Bintang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. (Ilustrasi: Kendra Paramita)

    Ilustrasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. (Ilustrasi: Kendra Paramita)

    TEMPO.CO, Jayapura - Tim SAR telah mengevakuasi seluruh korban pesawat milik PT Marta Buana Abadi atau Dimonim Air yang jatuh di Gunung Menuk, pegunungan Bintang dalam perjalanan ke Oksibil, Papua. Pesawat ini sebelumnya hilang kontak pada Sabtu, 11 Agustus 2018.

    Kepala SAR Jayapura, Putu Agra mengatakan saat ini seluruh korban yang meninggal sudah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan berada di RSUD Oksibil untuk dilakukan identifikasi. "Secara keseluruhan kondisi jenazah utuh dan dimasukkan ke dalam delapan kantong," kata dia kepada Antara pada Ahad, 12 Agustus 2018.

    Baca: Pesawat Hilang Kontak di Pegunungan Bintang, Papua

    Sementara itu, satu orang yang selamat atas nama Jumaidi, 12 tahun sudah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat milik Dimonim. Menurut Putu, identifikasi 8 jenazah akan dilakukan pada Senin, 13 Agustus 2018 setelah tim DVI dari RS Bhayangkara tiba di Oksibil.

    Pesawat milik Dimonim jenis phylatus dengan kode penerbangan PK-HVQ yang dipiloti Leslie Sevove dan co pilot Wayan Sugiarta terbang dari Tanah Merah pda Sabtu siang pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT Dalam perjalanan itu, pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.00 WIT..

    Adapun data tujuh penumpang yang ikut dalam pesawat tersebut, yakni Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, Naimus, dan Jumaidi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.