Pilpres 2019, Ketua DPR Minta Pendukung Capres Tak Saling Sindir

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di depan kantor KPU sebelum kedatangan pasangan capres dan cawapres Jokowi - Ma'ruf Amin, pada Jumat, 10 Agustus 2018. Para relawan sudah mulai berkumpul dan dijaga aparat keamanan. TEMPO/Syafiul Hadi

    Suasana di depan kantor KPU sebelum kedatangan pasangan capres dan cawapres Jokowi - Ma'ruf Amin, pada Jumat, 10 Agustus 2018. Para relawan sudah mulai berkumpul dan dijaga aparat keamanan. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo meminta semua kekuatan politik diharapkan mau menahan diri setelah rampungnya tahap pendaftaran pasangan capres-cawapres untuk pilpres 2019 serta bakal caleg untuk pemilu 2019.

    "Serta membantu pemerintah dan masyarakat mewujudkan suasana kondusif. Perang pernyataan, saling ejek, dan sindir patut diakhiri," kata Bambang melalui keterangan tertulis, Ahad, 12 Agustus 2018.

    Baca: Pengamat: Koalisi Kecil Bisa Saingi Koalisi Gemuk, Asal ...

    Menurut Bambang, dalam pilpres kali ini, dua pasangan kandidat capres-cawapres sudah final sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi. Kini, kata dia, waktunya bagi masing-masing koalisi partai pendukung capres-cawapres ini untuk berkonsolidasi.

    "Perang pernyataan, saling ejek, dan saling sindir yang mewarnai proses pembentukan koalisi partai dan penyaringan calon wakil presiden patut diakhiri. Selain tidak produktif, perang pernyataan itu hanya menimbulkan kebisingan di ruang publik," kata Bambang.

    Baca: Kunjungi Nelayan Muara Baru, Menteri Susi Beri Pesan Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum telah menutup masa pendaftaran bakal capres-cawapres untuk pilpres 2019 pada 10 Agustus 2018. Penutupan masa pendaftaran dilakukan setelah dua kandidat pasangan capres-cawapres mendaftar dan menyerahkan dokumen pencalonan. Dua pasangan itu adalah Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Bambang mengatakan menuju tahun politik 2019, sebaiknya semua pihak menjaga kondusifitas. Dalam hal ini, kondusifitas sangat bergantung pada perilaku masing-masing kubu. "Dari pada saling sindir atau saling ejek akan lebih baik jika masing-masing kubu berkonsolidasi mempersiapkan kampanye pemilihan presiden," ujarnya.

    Misalnya, kata Bambang, para pendukung bisa melakukan pemetaan basis suara, membaca kekuatan lawan, membentuk tim pemenangan dan menyusun program-program yang akan ditawarkan kepada warga di daerah pemilihan atau dapil hingga menghitung logistik yang dibutuhkan. "Dengan ragam kegiatan yang tak terhindarkan itu, tensi politik di dalam negeri semestinya bisa dibuat lebih tenang," ucap politikus Partai Golkar itu.

    Baca: Tangkal Hoax di Pilpres 2019, Polri Perkuat Satgas Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.