Pengamat: Koalisi Kecil Bisa Saingi Koalisi Gemuk, Asal ...

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dalam pilpres 2019 dengan dukungan tiga partai koalisi, yaitu Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, dan Partai Amanat Nasional atau PAN. Adapun Partai Demokrat tak ikut dalam deklarasi itu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dalam pilpres 2019 dengan dukungan tiga partai koalisi, yaitu Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, dan Partai Amanat Nasional atau PAN. Adapun Partai Demokrat tak ikut dalam deklarasi itu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago mengatakan kuantitas partai koalisi belum menentukan kualitas mesin partai bekerja. Hal ini ia sampaikan menyangkut koalisi Jokowi dan Prabowo dalam pilpres 2019.

    "Kuantitas partai koalisi belum menentukan kualitas mesin partai dalam bekerja," kata Pangi saat dihubungi Tempo, Ahad, 12 Agustus 2018. Koalisi yang gemuk bisa diimbangi oleh koalisi kecil yang solid.

    Baca: Koalisi Jokowi Sudah Tutup Pintu Bagi Partai Demokrat

    Hal ini dikemukan Pangi melihat pertarungan antara pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang didukung oleh enam partai politik parlemen yaitu PDIP, Partai Golkar, PPP, PKB, Partai Hanura, Partai Nasdem, serta tiga partai baru PSI, Perindo dan PKPI.

    Sedangkan dari kubu calon pasangan presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diusung oleh empat partai parlemen, yaitu Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat dengan dua partai lainnya PBB dan Partai Berkarya.

    Baca: Ma'ruf Amin Sindir Kubu Prabowo yang Tak Mendengar Ijtima Ulama

    Pangi menyebutkan koalisi gemuk pendukung Jokowi memang sudah punya modal untuk mendulang suara dari partai tersebut, namun semuanya akan ditentukan oleh mesin partai di lapangan.

    Ia berpendapat kesolidan partai pendukung Prabowo mampu mengimbangi pergerakan koalisi gemuk Jokowi. "Partai koalisi Prabowo-Sandiaga Uno, seperti PKS, Demokrat Gerindra kita tahu lah bagaimana kesolidan partai tersebut," ujarnya.

    Menurut Pangi, perebutan suara akan terjadi pada pemilih pemula. Berdasarkan data Voxpol, jumlah pemilih pemula mencapai 80 juta pemilih atau 40 persen. "Perebutan suara akan terjadi pada pemilih pemula," ujarnya.

    Baca: Geger Jenderal Kardus di Koalisi Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.