Rizal Ramli Minta Calon Presiden Tak Sewa Buzzer

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli setibanya di gedung KPK untuk diperiksa oleh penyidik terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Jakarta, 2 Mei 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, mengaku prihatin terhadap banyaknya buzzer politik di media sosial.

Baca juga: Rizal Ramli Dukung Presidential Threshold 20 Persen Dicabut

Menurut Rizal Ramli, buzzer politik dapat merusak demokrasi dan menuntun Indonesia ke dalam krisis. Ia berharap pemilihan presiden atau pilpres 2019 bebas dari aksi saling caci di media sosial oleh para buzzer politik.

Buzzer merupakan istilah bagi akun di media sosial yang menjadi pengeras suara atau pemberi pengaruh bagi suatu isu. Buzzer politik pun marak pada era media sosial untuk mengarahkan opini masyarakat terhadap isu tertentu.

Indonesia, menurut Rizal, perlu diselamatkan karena sedang berada dalam ambang batas krisis primordial, agama, dan suku. Salah satu penyebabnya adalah buzzer yang disewa para politikus untuk menumbangkan lawan politiknya dengan menyebarkan isu-isu yang tidak benar.

Baca juga: Sri Mulyani Tanggapi Enteng Tantangan Debat Utang Rizal Ramli

“Saya lihat ada tradisi, para calon (capres-cawapres) menyewa buzzer. Mereka (buzzer) ini tidak ada kualitasnya dan bisa merusak demokrasi,” kata Rizal kepada wartawan di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Rizal mengakui buzzer kian menjauhkan demokrasi dari substansinya, yang seharusnya para pasangan calon di dalam demokrasi menawarkan gagasan untuk membangun bangsa, bukan saling melemparkan tuduhan.

“Mudah-mudahan kedua pasangan calon ini menawarkan program dan strategi untuk menyelamatkan Indonesia, bukan hanya sekedar cawe-cawe merebut kekuasaan,” ujar Rizal Ramli. “Biarkan rakyat mendengar musik yang merdu dan jelas, tanpa gangguan noise.”

Pria yang juga sempat menjabat menteri keuangan pada 2001 ini mengatakan musik yang dimaksud merupakan ide dan gagasan yang ditawarkan para pasangan calon. Adapun gangguannya adalah tindakan buzzer yang membuat distorsi, yang dalam ilmu komunikasi disebut dengan noise.

Baca juga: Rizal Ramli Akan Mengubah Indonesia Tiga Hari Jika Jadi Presiden

“Kalau betul pro demokrasi, bubarkan buzzer bayaran. Saya tidak mau Indonesia seperti Lebanon, yang menjadi pecah oleh konflik etnis dan agama,” ucap Rizal Ramli.






Cegah Polarisasi, LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Ambang Batas Presiden

7 hari lalu

Cegah Polarisasi, LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Ambang Batas Presiden

LHKP Muhammadiyah menyuarakan dukungan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau ambang batas presiden


AHY Sebut Buzzer Secara Masif Serang Demokrat dan Masyarakat yang Kritis

9 hari lalu

AHY Sebut Buzzer Secara Masif Serang Demokrat dan Masyarakat yang Kritis

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebut partainya diserang siber bayaran (buzzer) secara masif dan sistematif.


Bamsoet Harap Bakohumas Cerdas Bangun Narasi untuk Publik

51 hari lalu

Bamsoet Harap Bakohumas Cerdas Bangun Narasi untuk Publik

Humas di kementerian/lembaga harus bisa membuat narasi yang menggugah publik tentang fakta keberhasilan pembangunan.


Ahli Politik BRIN: Penutupan Holywings Bisa Hilangkan Citra Intoleran Anies Baswedan, tapi

4 Juli 2022

Ahli Politik BRIN: Penutupan Holywings Bisa Hilangkan Citra Intoleran Anies Baswedan, tapi

TEMPO.CO, Jakarta- Peneliti Pusat Riset Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati menanggapi kebijakan Anies Baswedan mencabut izin dan menutup Holywings. Wasisto menjelaskan bahwa langkah tersebut sebenarnya sudah cukup untuk menghilangkan citra intoleran dari Gubernur DKI Jakarta itu.


Rizal Ramli Kritik Biaya Fantastis Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024

9 Mei 2022

Rizal Ramli Kritik Biaya Fantastis Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024

Biaya Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024 yang mencapai Rp 110,4 triliun disebut tak menjamin terpilihnya pemimpin yang berkualitas.


Hujan Kritik Moratorium Ekspor CPO: dari Indef sampai Rizal Ramli

26 April 2022

Hujan Kritik Moratorium Ekspor CPO: dari Indef sampai Rizal Ramli

Pemerintah dihujani kritik setelah menyetop sementara ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng.


Jokowi Larang Ekspor CPO, Rizal Ramli: Contoh Kebijakan Asal Populer Tapi Ngasal

24 April 2022

Jokowi Larang Ekspor CPO, Rizal Ramli: Contoh Kebijakan Asal Populer Tapi Ngasal

Ekonom senior Rizal Ramli kembali mengkritik keputusan Presiden Jokowi terkait larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO).


Cerita Dugaan Peretasan Akun Pengurus BEM SI Sebelum Demo 11 April

11 April 2022

Cerita Dugaan Peretasan Akun Pengurus BEM SI Sebelum Demo 11 April

Atas informasi hoax tersebut, Sekretariat Pusat BEM SI pun memberikan klarifikasi bahwa akun milik Kaharuddin sedang mengalami peretasan.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Drone Kyb vs Switchblade, Influencer vs Buzzer

4 April 2022

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Drone Kyb vs Switchblade, Influencer vs Buzzer

Topik tentang Angkatan Darat Rusia menggunakan drone Kyb yang baru di Ukraina menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Sekali Lagi Influencer dan Buzzer: Sama-sama Tebar Konten, Ini Sederet Bedanya

4 April 2022

Sekali Lagi Influencer dan Buzzer: Sama-sama Tebar Konten, Ini Sederet Bedanya

Baik buzzer maupun influencer sama-sama berpotensi menyebarluaskan konten dan membuat sebuah pesan menjadi topik pembicaraan di jagat media sosial.