Tangkal Hoax di Pilpres 2019, Polri Perkuat Satgas Nusantara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Anti-Hoax

    Ilustrasi Anti-Hoax

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI telah memperkuat Satuan Tugas atau Satgas Nusantara, yang akan bekerja selama masa kampanye pemilihan presiden atau pilpres 2019. Satgas itu akan bertugas menangkal hoax hingga kampanye suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    Baca juga: Polri Diminta Usut Aktor Politik Penyebar Hoax

    "Polri akan kembali menguatkan Satgas Nusantara itu. Ada beberapa tugas dalam pencegahan agar meminimalisasi atau menghilangkan upaya-upaya, yang katakanlah perbuatan melawan hukum, hoax, dan lain-lain," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi, Sabtu, 11 Agustus 2018.

    Iqbal mengatakan Polri melakukan pendekatan preventif dan berusaha menggandeng semua tokoh dalam mengamankan pilpres 2019. Tokoh yang dimaksud antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Tentara Nasional Indonesia.

    "Kami akan hadir di tengah masyarakat. Negara hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan mari kita berpesta demokrasi, bersaing dengan santun, dengan sehat," ucap Iqbal.

    Baca juga: Jokowi Jadi Korban Hoax, Istana Merespons

    Dalam masa menuju pilpres 2019, Polri tetap akan melaksanakan upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan perbuatan melawan hukum. Ia menegaskan agar masyarakat tidak main-main memecah belah bangsa ini dengan menebar ujaran kebencian dan hoax demi memenangkan salah satu pasangan calon.

    "Polri dalam proses hukum tidak pernah melihat sosoknya, tapi perbuatannya. Jadi kami akan terus melawan ini karena upaya-upaya penegakan hukum itu dalam kapasitas mencegah agar ada efek deteren," tutur Iqbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.