Jumat, 17 Agustus 2018

Iriawan: Dengan Digitalisasi, Koperasi dan UMKM akan Naik Kelas

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, membuka “Cooperative Fair 2018”, di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, membuka “Cooperative Fair 2018”, di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2018. (dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR-- Sudah saatnya Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) naik kelas. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan mengatakan salah satu upayanya yakni dengan melek Informasi Teknologi (IT), dan memanfaatkan IT untuk meningkatkan pemasaran produknya.

    "Saat ini era serba cepat, serba mudah berkat IT. Berbekal teknologi, semua ada di genggaman tangan,” katanya saat membuka “Cooperative Fair 2018”, di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Pemerintah, kata Iriawan perlu berkomitmen penuh terhadap digitalisasi koperasi dan UMKM. Karena digitalisasi merupakan cara strategis, untuk membangkitkan gairah enterpreneur negeri.

    Ia menjelaskan, melalui sistem online, produk dapat langsung bersaing dalam "scoop" global. Berbeda dengan berjualan "off-line", atau berjualan secara fisik, yang harus sewa toko dan membutuhkan banyak pegawai. Dimana, untuk dikenal di masyarakat luas pun akan sedikit sulit bila tidak dibarengi promosi yang gencar dan menarik.

    “Dengan sistem online, KUMKM akan memiliki potensi pasar yang tak berbatas alias "borderless",” ucap Iriawan.

    Saat ini, kata Iriawan, konsumen di Indonesia dan Asia Pasifik sudah sangat mendukung berkembangnya pasar digital. Pelaku KUMKM bisa menjual barang dan jasa dari mana saja, tanpa market place.

    Sehingga, KUMKM kian kompetitif. Artinya, para pelaku usaha akan berjibaku secara global dalam menarik kepercayaan konsumen dengan berbagai terobosan dan inovasi.

    "Ada produk- produk unggulan dari berbagai daerah. Inshaa Allah Jawa Barat banyak produk unggul," katanya.

    Ia meminta  semua stakeholder menunjukkan atensinya untuk KUMKM di negeri ini. Supaya bisa terus eksis dan naik kelas. Maka KUMKM perlu juga mendapatkan sentuhan fasilitasi berbagai program yang dapat disinergikan bersama.

    Di Jawa Barat, sinergi ini dikenal dengan ABCGM (Akademisi-Business-Communitas-Goverment-Media), yang juga dikenal dengan "Jabar Masagi" yang berkembang di Provinsi Jawa Barat.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Dudi Sudradjat Abdurachim, mengatakan bahwa sesuai program pemerintah yakni UMKM go online. Para pelaku KUMKM harus melek IT dan memanfaatkannya demi menaikkan levelnya menjadi usaha besar.

    “Pelaku KUMKM harus menguasai dan memanfaatkan IT secara maksimal,” ujarnya.

    Menurut dia, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat berkomitmen penuh terhadap digitalisasi koperasi dan UMKM. Contohnya, pihaknya telah mendorong penerapan Enterprises Resources Planning (ERP) berbasis IT di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan.

    "Penerapan ERP ini ternyata sangat membantu para anggota untuk menjalankan aktivitasnya," kata Dudi.

    Dinas KUK Jabar juga mendorong koperasi-koperasi di Jawa Barat untuk menerapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Online, yang aplikasinya dapat digunakan secara gratis. "Penerapan RAT Online sangat efektif,untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan RAT," tutur Dudi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.