Jumat, 19 Oktober 2018

Roy Suryo: Ini Alasan Demokrat Bisa Mundur dari Koalisi Prabowo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roy Suryo. TEMPO/Seto Wardhana

    Roy Suryo. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan salah satu alasan partainya mempertimbangkan untuk mundur dari koalisi Prabowo Subianto sudah diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

    Baca: Wasekjen Demokrat Berang Sebut Prabowo Jenderal Kardus

    "Saya kira sudah tahu ya apa yang dikemukakan Wasekjen kami Andi Arief bahwa memang terjadi sesuatu," kata Roy di rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Jumat 10 Agustus 2018.

    Andi Arief sebelumnya menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo sebagai jenderal kardus. Andi menyampaikan itu pada malam sebelum pengumuman cawapres. "Jenderal kardus punya kualitas buruk. Kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," kata Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief_, Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 21.50 WIB.

    Baca: Partai Demokrat Bersidang untuk Tentukan Arah Koalisi Pagi Ini

    Andi Arief juga menuding Sandiaga menggelontorkan uang Rp 1 triliun untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan jatah masing-masing Rp 500 miliar. Tudingan ini telah dibantah oleh sejumlah politikus Partai Gerindra. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyanggah menerima uang dari Sandiaga. Dia menyebut tudingan itu merupakan kabar bohong alias hoaks dan tidak diperlu digubris.

    Roy Suryo mempersilakan sejumlah pihak yang meragukan cuitan Andi Arief. Namun, Roy membela bahwa Andi memiliki dasar untuk melakukan itu. "Ada yang katakan hoax biarkanlah nanti hukum yang bicara, fakta yang bicara karena Mas Andi Arief saya kira punya dasar melakukan," kata dia.

    Baca: Maruf Amin Cawapres Jokowi, Demokrat Ucapkan Selamat

    Yang jelas, kata Roy Suryo, Partai Demokrat sudah menjalin komunikasi sebulan terakhir yang baik dengan Gerindra, khususnya dengan Prabowo. "Tetapi yang kami khusus satu kamar saja tetapi tiba-tiba ada informasi di seberang melakukan komunikasi dengan banyak kamar. Itu kan tidak pas, tidak elok. Etika berpolitik yang diajarkan SBY itu mengajarkan kita clear," ujarnya.

    CATATAN KOREKSI: Judul berita ini diubah pada 1 September 2018 agar lebih akurat sesuai perkembangan politik terkini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.