Minggu, 21 Oktober 2018

Mahfud MD: Pak Jokowi Tak Usah Merasa Bersalah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md menyarankan KPK untuk langsung menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md menyarankan KPK untuk langsung menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, tak merasa kecewa karena tak dipilih calon presiden Joko Widodo menjadi cawapresnya. Sebelumnya, hingga Kamis siang, 9 Agustus 2018, Mahfud sempat digadang-gadang akan dipilih Jokowi sebagai pendampingnya dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Baca: Airlangga Hartarto Ikhlas Jika Jokowi Pilih Cawapres Mahfud MD

    "Sekarang sudah selesai. Pak Jokowi tak perlu merasa bersalah," ujar Mahfud di kantornya di Jalan Kramat, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Mahfud mengatakan memaklumi keputusan Jokowi memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin sebagai cawapres. Menurut dia, Jokowi telah mempertimbangkan hal itu berdasarkan situasi politik yang ada. "Saya tidak kecewa, tapi kaget," katanya.

    Jokowi resmi mengumumkan Maruf menjadi cawapresnya dalam Pilpres 2019. Hal tersebut diumumkan Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

    "Dengan perenungan yang mendalam dan masukan saran dari seluruh elemen masyarakat, saya memutuskan dan telah mendapatkan keputusan dari koalisi Indonesia kerja yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden adalah Prof Dr KH Maruf Amin," ujar Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis.

    Baca: Mahfud MD Sudah Urus Surat Syarat Cawapres di PN Sleman

    Sebelumnya, Maruf Amin dan Mahfud MD memang menjadi dua nama yang diduga akan dipilih Jokowi menjadi cawapres. Jokowi juga sempat menyebut nama cawapresnya berinisial M. Bahkan, Mahfud sudah mengurus surat keterangan tidak pernah sebagai terpidana untuk keperluan pencalonan sebagai pejabat negara di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

    "Tapi tidak apa-apa, dalam politik itu biasa, itu tidak apa-apa, kita harus mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud dan Maruf Amin atau nama siapa," kata Mahfud.

    Mahfud sudah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Istana setelah pengumuman pasangan cawapres pendamping Jokowi. "Jadi kami terima keputusan, prosesnya sangat konstitusional, ya kita dukung negara ini harus tetap berjalan," ungkap Mahfud.

    Deklarasi pasangan capres-cawaprese Jokowi dan Maruf Amin dilaksanakan di Restoran Plataran Menteng, Jakarta yang dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

    Selanjutnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono.

    Adapun Maruf mengaku tak menyangka dipilih Jokowi sebagai cawapres. Dia mengatakan keputusan Jokowi ini adalah penghargaan kepada ulama. "Pak Jokowi ini benar-benar memilih ulama," ujarnya di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018. Mahfud MD merasa kaget karena sudah diminta mempersiapkan diri bahkan sudah agak detail.

    SYAFIUL HADI | DEWI NURITA | PRAMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.