Jumat, 14 Desember 2018

Kedekatan Jokowi dan Maruf Amin Dimulai Setelah Aksi 212

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan),Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kiri) dan tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. Dzikir Kebangsaan ini bertema Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan),Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kiri) dan tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. Dzikir Kebangsaan ini bertema Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin sebagai calon wakil presiden. Meski mengejutkan, tanda-tanda Maruf bakal dipilih sebagai calon presiden terlihat sejak beberapa waktu lalu.

    Baca juga: Jokowi dan Maruf Amin Bertemu Diam-diam, Ini yang Dibahas

    Kedekatan Jokowi dengan Maruf terjadi setelah demonstrasi 212. Demonstrasi 212, yang digelar pada 2 Desember 2016, merupakan lanjutan beberapa aksi sebelumnya, yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum karena kasus penistaan agama. Saat itu, Jokowi hadir untuk salat Jumat bersama para peserta aksi.

    Setelah demonstrasi 212, Jokowi makin intens menjalin komunikasi dengan Ketua Umum MUI tersebut. Maruf awalnya ikut mendukung unjuk rasa 212.

    Lama-kelamaan, Jokowi kian akrab dengan Maruf. Kemesraan itu terlihat dari pemilihan lokasi peresmian program Bank Wakaf Mikro di Pesantren An-Nawawi milik Maruf, pertengahan Maret lalu. Dalam sejumlah pertemuan, Jokowi juga acap terlihat menggandeng tangan Maruf.

    Bagai gayung bersambut, Maruf Amin pun kerap menunjukkan dukungan kepada pemerintah. Awal April lalu, di Istana Negara, Maruf mengatakan kebijakan ekonomi yang diterapkan Jokowi sejalan dengan rekomendasi MUI. Ia pun mendoakan Jokowi kembali terpilih sebagai presiden.

    Baca juga: Ma'ruf Amin Nyatakan Siap Jadi Cawapres Jokowi

    Terakhir, kedekatan Jokowi dan Maruf terlihat dalam acara zikir yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon di halaman Istana Merdeka.

    Saat keluar dari Istana menuju lokasi acara, Jokowi menggandeng tangan Maruf, yang merupakan penasihat majelis zikir tersebut.

    Saat ditemui sebelum acara, Maruf mengatakan acara ini rutin dilakukan tiap 1 Agustus. "Pak Jokowi minta setiap 1 Agustus ada zikir nasional mengawali peringatan 17 Agustus," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 1 Agustus 2018.

    Maruf menuturkan, selama 70 tahun lebih Indonesia merdeka, acara seperti ini tidak pernah diselenggarakan di depan Istana. "Dan sekarang ada karena keinginan Bapak Presiden," ucap Ketua Umum MUI itu.

    Pertemuan terakhir Jokowi dan Maruf Amin terjadi pada Rabu, 8 Agustus 2018. Jokowi tak menyangka pertemuannya dengan Maruf diketahui wartawan. "Kok, tahu?" tutur Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....