Pencurian Koleksi Museum Radya Pustaka Diketahui Sudah Lama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo:Pencurian benda-benda bersejarah yang menjadi koleksi Museum Radyapustaka Solo dipastikan sudah berlangsung lama. Seorang pemandu wisata Museum Radya Pustaka Solo, Soemarni Wijayanti, mengetahui lima arca yang ada di dalam museum bukan lagi arca kuno sejak setahun silam."Tapi saya tidak berani melaporkan," katanya seusai diperiksa Satuan Reskrim Poltabes Solo, Rabu (14/11).Menurut Wijayanti yang menjadi pemandu wisata sejak 2003 itu, perbedaan arca kuno yang hilang dan kemudian diganti oleh si pencuri dengan arca tiruan sebenarnya sangat mencolok. Dia mengatakan mulai dari warna, model pahatan hingga jenis batu arcanya sangat berlainan. "Kalau orang awam mungkin tidak terlalu paham, tetapi kalau yang sudah biasa pasti tahu," katanya.Wijayanti mengaku sulit sekali bagi orang luar museum untuk mencuri arca-arca tersebut dan kemudian mengganti dengan tiruan. Oleh karena itu, dia pun menduga ada orang dalam yang terlibat dalam pencurian lima arca dan lampu gantung kuno tersebut.Sebelumnya, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) melaporkan kasus pencurian lima arca yang menjadi koleksi Museum Radya Pustaka ke polisi. Kelima arca yang usianya sudah ratusan tahun diketahui raib dan berganti dengan arca baru.Kelima arca koleksi salah satu museum tertua di Indonesia itu adalah Arca Agustya Siwa Mahaguru, Durga Mahesa Suramadini, Mahakala, Durga Mahesa Suramadini II, dan Siwa.Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Poltabes Solo Ajun Komisaris Syarif Rahman mengatakan masih akan memeriksa sejumlah saksi lagi untuk memburu pelaku pencurian benda purbakala tersebut. "Meski sudah ada titik terang calon tersangkanya, namun masih harus melengkapi keterangan lagi," kata dia.Imron Rosyid

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.