Rabu, 17 Oktober 2018

Ma'ruf Cahyono: Mengelola Keberagaman Tidaklah Gampang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesjen MPR RI Ma'ruf Cahyono

    Sesjen MPR RI Ma'ruf Cahyono

    INFO NASIONAL – Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ma'ruf Cahyono mengingatkan, untuk mengelola keberagaman seperti yang dimiliki bangsa Indonesia, tidaklah gampang. Harus ada komunikasi yang baik dan terus-menerus agar terbangun rasa saling menerima serta menghargai antara satu dengan yang lain. 

    "Di bidang agama saja, misalnya, kita memiliki kemajemukan dan itu harus dikelola dengan baik. Itu agar kerukunan, saling hormat menghormati, dan persatuan selalu terjaga dengan baik," ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam acara seminar nasional bertema “Komunikasi Islam dan Ketahanan Nasional Dalam Perspektif Komunikasi, Keindonesiaan, dan Keislaman” di Gedung Hasyim Asy'ari, Fakultas Dakwah,  IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 9 Agustus 2018. Dalam acara ini, dia menggantikan Ketua MPR yang berhalangan hadir.  

    Dua narasumber ikut memberikan pemikirannya menyangkut persoalan komunikasi Islam dan ketahanan nasional adalah staf ahli menteri Kominfo bidang hukum Henri Subiakto dan pengamat politik dari UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto. Ikut hadir dalam acara tersebut Dekan IAIN Salatiga Mufti Ali.

    Padahal, kata Ma’ruf, kemajemukan di Indonesia bukan soal keyakinan saja. Menurut dia, masih ada banyak keragaman di Indonesia yang bisa dilihat, dari perbedaan warna kulit, bentuk rambut, bahasa, kebudayaan, sampai kebiasaan hidup sehari-hari.

    Di negara yang majemuk seperti Indonesia, komunikasi menjadi sesuatu yang sangat penting. “Karena itu, kita harus mampu melaksanakan komunikasi secara efektif. Juga menyampaikan pesan-pesan yang sehat, bisa berkontribusi dalam pembangunan. Karena itu, sangat penting bagi Indonesia memiliki cara pandang yang sama dalam melihat berbagai persoalan yang ada,” ucapnya.

    “Beruntung bangsa Indonesia memiliki Pancasila, yang juga berfungsi sebagai perekat. Karena itu, Pancasila harus selalu menjadi alasan bagi seluruh bangsa Indonesia dalam berpikir dan  mengambil keputusan,” kata Ma'ruf. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.