Kejaksaan Agung Resmi Tahan Tersangka Korupsi Pertamina

Reporter

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengadakan konpres di ruang Jampidum, Jakarta, Kamis, 22 Juni 2017. TEMPO/Albert

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Manager Merger dan Investasi (MNA pada Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Bayu Kristanto resmi ditahan di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung mulai Rabu, 8 Agustus 2018, untuk 20 hari ke depan. Bayu yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pertamina itu ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama sembilan jam.

Baca: Kasus Penjualan Aset Pertamina, Bareskrim: Melanggar 2 Peraturan

Bayu mengaku dirinya bukan pelaku tindak pidana korupsi, melainkan korban. Menurut dia, pelaku sebenarnya adalah mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan.

"Saya ini hanya korban dari Karen Agustiawan. Pelaku sesungguhnya itu Karen. Dia yang menjual aset tetapi nilainya nol," ujar Bayu di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Agustus 2018.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Tempo/Tony Hartawan

Bayu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan investasi pada Blok BMG Australia oleh Pertamina pada 2012. Korupsi tersebut diduga merugikan uang negara sebesar Rp 568 miliar. Karen, kata Bayu, telah mengakusisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd untuk menggarap Blok Basker Mantan Gummy atau Blok BMG.

Baca: Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Menurut Bayu, harapan Pertamina agar blok BMG bisa memproduksi minyak sebanyak 812 barrel perhari, ternyata malah ditutup dan berhenti memproduksi minyak. Walhasil, saham 10 persen tersebut dijual dengan nilai nol. Artinya, tidak ada yang membeli sehingga mengakibatkan BUMN Pertamina rugi hingga Rp 568 miliar.

Bayu berharap, Kejaksaan Agung turut memanggil Karen. Menurut dia, tim penyidik hingga kini belum juga memanggil Karen perihal perkara ini.

Kasus ini terjadi pada 2009 silam. Pertamina, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisis saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd untuk menggarap Blok BMG.

Perjanjian dengan ROC Oil atau Agreement for Sale and Purchase -BMG Project diteken pada 27 Mei 2009. Nilai transak­sinya mencapai US$31 juta. Akibat akuisisi itu, Pertamina harus menanggung biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) dari Blok BMG sebesar US$26 juta. Melalui dana yang sudah dikeluarkan setara Rp 568 miliar itu, Pertamina berharap Blok BMG bisa memproduksi minyak hingga sebanyak 812 barrel per hari.

Baca: Profil Karen Agustiawan, Eks Dirut Tersangka Korupsi Pertamina

Ternyata Blok BMG hanya dapat bisa menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pte Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari. Pada 5 November 2010, Blok BMG ditutup, setelah ROC Oil memutuskan penghentian produksi minyak mentah. Alasannya, blok ini tidak ekonomis jika diteruskan produksi.

Investasi yang sudah dilakukan Pertamina akhirnya tidak memberikan manfaat maupun keuntungan dalam menambah cadangan dan produksi minyak nasional.

Hasil penyidikan Kejagung menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengusulan investasi di Blok BMG. Pengambilan keputusan investasi tanpa didukung feasibility study atau kajian kelayakan hingga tahap final due dilligence atau kajian lengkap mutakhir. Diduga direksi mengambil keputusan tanpa persetujuan Dewan Komisaris. Akibatnya, muncul kerugian keuangan negara cq Pertamina sebesar US$31 juta dan US$ 26 juta atau setara Rp 568 miliar.






Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

2 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

Erick Thohir menyataIakan inisiatif strategis ini berfokus pada 5 prioritas utama melalui program investasi dan partnership untuk startup Indonesia.


Pertamina Rombak Direksi Pertamina International Shipping

2 hari lalu

Pertamina Rombak Direksi Pertamina International Shipping

Perombakan subholding Pertamina itu berlangsung pada Selasa, 27 September 2022.


Viral Beli Pertalite Pakai Kartu Debit Kena Admin Rp 5.000, Ini Tanggapan Pertamina

2 hari lalu

Viral Beli Pertalite Pakai Kartu Debit Kena Admin Rp 5.000, Ini Tanggapan Pertamina

Pertamina menegaskan bahwa pembelian BBM, termasuk Pertalite, menggunakan metode pembayaran kartu debit apapun tidak akan dikenai biaya admin.


Uji Lab ITB: Aditif Non-Metal Tambah Performa Mesin, BBM Lebih Hemat

2 hari lalu

Uji Lab ITB: Aditif Non-Metal Tambah Performa Mesin, BBM Lebih Hemat

Pengujian oleh ITB mencakup produk aditif yang beredar di pasaran dan kebanyakan berbahan logam.


Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

5 hari lalu

Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

Perbincangan soal Pertalite lebih boros ketimbang Pertamax ramai di media sosial. Sejumlah pakar menyoroti isu ini.


Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

5 hari lalu

Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

Pertamina mengklaim kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak berubah.


Sri Mulyani Usul PMN ke 8 BUMN Diberikan dalam Bentuk Barang Milik Negara, Ini Rinciannya

7 hari lalu

Sri Mulyani Usul PMN ke 8 BUMN Diberikan dalam Bentuk Barang Milik Negara, Ini Rinciannya

Sri Mulyani mengusulkan agar PMN kepada 8 BUMN diberikan dalam bentuk Barang Milik Negara.


Pembelian Pertalite Dibatasi 120 Liter per Hari, Bagaimana dengan Solar Subsidi?

7 hari lalu

Pembelian Pertalite Dibatasi 120 Liter per Hari, Bagaimana dengan Solar Subsidi?

Pembatasan Solar subsidi sudah diatur dalam Surat Keputusan BPH Migas Nomor 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2020.


Pertamina Uji Coba Pembatasan Pembelian Pertalite untuk Mobil Pribadi 120 Liter per Hari

7 hari lalu

Pertamina Uji Coba Pembatasan Pembelian Pertalite untuk Mobil Pribadi 120 Liter per Hari

Pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat atau mobil pribadi dibatasi maksimal 120 liter per harinya.