Selasa, 14 Agustus 2018

Wasekjen Demokrat Berang Sebut Prabowo Jenderal Kardus

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di DPP PKS untuk membahas hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional menunjuk Prabowo sebagai Calon Presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di DPP PKS untuk membahas hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional menunjuk Prabowo sebagai Calon Presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melontarkan sejumlah tudingan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Andi menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus yang tak konsisten pada komitmen koalisi dengan Demokrat.

    Baca juga: Wasekjen Demokrat Beberkan Tujuh Poin Pertemuan SBY dan Prabowo

    "Jenderal kardus punya kualitas buruk. Kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," kata Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief_, Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 21.50 WIB. Ketika dikonfirmasi wartawan, Andi mempersilakan cuitannya itu untuk dikutip.

    Dalam cuitan selanjutnya, Andi kembali menyebut Prabowo sebagai kardus. Dia mengatakan bahwa Demokrat menolak kedatangan Prabowo ke rumah Ketua Umum Partai Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Mega Kuningan Timur VII malam ini.

    "Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," tulis Andi.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku belum mengetahui ihwal cuitan Andi Arief itu. Saat awak media membacakan cuitan itu, Muzani yang baru tiba di rumah Prabowo berujar dia akan mengecek terlebih dulu.

    Baca juga: Saran SBY ke Prabowo: Daftar Pilpres Tepat Waktu ke KPU

    "Oh ya nanti dicek dulu," kata Muzani di depan rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu malam, 8 Agustus 2018.

    Muzani juga menampik pertanyaan awak media soal kabar beredar bahwa Sandiaga menggelontorkan Rp 500 miliar masing-masing untuk Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera. "Saya kira enggak benar itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.