Rabu, 12 Desember 2018

Prestasi Olahraga Mendongkrak Wibawa Bangsa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 8 Agustus 2018.

    Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 8 Agustus 2018.

    INFO MPR - Bertepatan dengan hari ulang tahun Asean, 8 Agustus 2018, Perpustakaan MPR menggelar acara ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’ dengan mengupas buku yang berjudul ‘Indonesia, Asean, dan Ketidakpastian Hubungan Internasional’. Acara yang digelar di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 8 Agustus 2018, itu menghadirkan pembicara anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudin, anggota Lemkaji Syamsul Bahry,  Ketua Asean Study Universitas Indonesia Edy Prasetyono, penulis buku Beginda Pakpahan, dan pengamat luar negeri Trias Kuncahyono.

    Dalam acara yang bertema ‘Meningkatkan Wibawa Indonesia di Asean Melalui Soft Diplomasi Indonesia dan Penyelenggaraan Asian Games 2018’, Syamsul Bahry mengatakan dirinya dahulu berpikir kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan teknologi. Namun pikirannya saat ini berubah, kemajuan sebuah bangsa tak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi namun juga kemajuan seni dan olahraga.

    Syamsul bersyukur Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII. “Dengan demikian menunjukan Indonesia adalah sebuah bangsa yang maju”, ujarnya. Bagi Syamsul Bahri, diplomasi antarbangsa sangat ditentukan oleh adanya komunikasi dan olahraga disebut sebagai salah satu media komunikasi dalam berdiplomasi.

    Edy Prasetyono menyebut Indonesia adalah penopang dari keberadaan Asean. Diceritakan, terbentuknya Asean di awal Orde Baru merupakan salah satu bentuk soft diplomasi dari Presiden Soeharto. Soeharto menurutnya mengubah diplomasi Indonesia yang sebelumnya cenderung hard berubah menjadi soft. “Salah satu bentuk dari soft diplomasi adalah lewat olahraga”, ujarnya.

    Olahraga diakui oleh Edy sangat penting sebab diakui ada 3 prestasi yang membuat sebuah bangsa menjadi berwibawa dan dihormati oleh bangsa lain. Ketiga hal itu adalah, menguasai ilmu pengetahuan teknologi, berprestasi dalam olahraga, dan mempunyai jiwa seni dan budaya yang tinggi. Lebih lanjut dikatakan, majunya sebuah bangsa juga bisa diukur dari perputaran ekonomi dan industri yang terkait dengan olahraga. Ia menyebut negara-negara yang mempunyai produksi alat olahraga seperti Yonex, Nike, Adidas, dan lain sebagainya, sebagai negara maju dalam ekonomi dan olahraga.

    Hetifah sebelum memberi pendapat dalam acara itu terlebih dahulu memutar film dokumenter pelaksanaan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta. Setelah film usai, ia mengharapkan sukses Asian Games IV bisa terulang di Asian Games XVIII. “Mudah-mudahan terulang kesuksesannya." Dalam Asian Games tahun 1962, Indonesia menempati peringkat kedua di bawah Jepang.

    Pelaksanaan Asian Games bagi Hetifah disebut sebagai salah satu pelaksanaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yakni ikut menjaga ketertiban dunia. “Jadi tujuannya jelas," ujarnya. Untuk itu ia berharap agar kegiatan ini didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.