Korban Gempa Lombok Masih Butuh Bantuan Tenda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi melintas di samping tenda darurat yang dibangun di pematang sawah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018. Warga memilih tinggal di ruang terbuka, seperti sawah, lapangan, dan halaman rumah, dengan tenda darurat. ANTARA/Zabur Karuru

    Pengungsi melintas di samping tenda darurat yang dibangun di pematang sawah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018. Warga memilih tinggal di ruang terbuka, seperti sawah, lapangan, dan halaman rumah, dengan tenda darurat. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan korban gempa Lombok masih kekurangan tempat berteduh karena sebagian besar rumah mereka hancur. Pada hari ketiga penanganan gempa, masih banyak korban yang belum tertampung.

    "Bantuan yang masih kurang adalah tempat tinggal sementara, entah itu tenda atau tempat hunian sementara," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

    Baca: BMKG: Gempa Malang Tidak Terkait Gempa Lombok

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang kawasan Nusa Tenggara Barat pada Ahad, 5 Agustus 2018, pukul 18.46. Getaran gempa terasa sampai Bali dan Nusa Tenggara Timur. Menurut data sementara BNPB, gempa itu menewaskan 131 orang, melukai 1.477 orang, dan ribuan lainnya mengungsi.

    Harry memperkirakan jumlah tenda bantuan untuk tempat tinggal sementara korban gempa masih perlu ditambah. Diperkirakan masih dibutuhkan 10 ribu tenda karena ada sekitar 11 ribu pengungsi yang terdampak di semua kabupaten atau kota di Pulau Lombok.

    Saat ini, tenda yang tersedia sekitar 3.000 jika digabungkan bantuan dari Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan bantuan lain. "Sebagian dari mereka ada yang mengungsi di rumah-rumah sekitar. Mereka juga perlu tenda," ujar Harry.

    Baca: Gempa Lombok, BNPB Duga Masih Banyak Korban di Reruntuhan Masjid

    Tenda besar, menurut dia, sudah dipakai di posko pengungsian, seperti di lapangan depan kabupaten Lombok Utara. Adapun jenis tenda keluarga sudah didirikan di sekitar rumah yang hanya rusak sedang.

    Menurut Harry, pendistribusian tenda sudah dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, 220 tenda gulung, lalu 200 tenda gulung plus 5 tenda keluarga serbaguna. Sisanya 210 tenda gulung sudah diberikan pada Selasa, 7 Agustus 2018, dan akan segera didistribusikan.

    Baca: Zohri Sedih, Keluarganya Masih Mengungsi Akibat Gempa Lombok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.