Menjelang Pendaftaran Pilpres, Rommy: Masih Ada 1 Partai Galau

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Presiden Joko Widodo santap malam bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Senin malam 23 Juli 2018. Foto/Biro Pers Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengatakan masih ada satu partai yang galau berat soal posisinya menjelang pendaftaran capres untuk pemilihan presiden atau Pilpres 2019 ini.

Baca juga: Pengamat Sebut PAN Bermain Dua Kaki Menjelang Pilpres 2019

"Karena selama empat tahun ini habis-habisan mengkritik lebih dari oposisi, tapi dia melihat realitas politik yang sebaliknya," kata Romahurmuziy lewat akun Twitternya @MRomahurmuziy pada Rabu 8 Agustus 2018.

Dalam cuitan berikutnya, pria yang akrab disapa Rommy itu tak menyebutkan partai mana yang galau itu. Sebelumnya partai di koalisi Jokowi mengatakan masih terbuka untuk menerima kehadiran partai baru dalam sembilan partai koalisi itu menjelang penutupan pendaftaran capres di Pilpres 2019.

Menurut Sekjen PPP Arsul Sani, koalisi tak menutup kemungkinan jika ada partai lain yang ingin bergabung dengan mereka. Ia yakin hal itu tak akan merusak konsolidasi yang telah terjalin. "Tidak akan mengubah konfigurasi apapun," kata Arsul di KPU, Selasa 7 Agustus 2018.

Baca juga: Zulkifli Hasan Bungkam Setelah Bertemu Presiden Jokowi di Istana

Adapun partai yang selama ini disebut ditunggu kehadirannya di koalisi Jokowi menjelang Pilpres 2019 adalah Partai Amanat Nasional atau PAN. Hingga saat ini PAN masih menyisakan kadernya di Kabinet Kerja Jokowi yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

PAN hingga kini belum menentukan sikap akan berkoalisi dengan kubu Jokowi atau Prabowo. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kemarin melakukan pertemuan dengan Jokowi. Namun malam harinya, ia juga bertemu dengan Prabowo.






Bolsonaro Berjaya dalam Pemilu Legislatif Brasil, Bisa Kalah dari Lula di Pilpres Putaran Kedua

23 jam lalu

Bolsonaro Berjaya dalam Pemilu Legislatif Brasil, Bisa Kalah dari Lula di Pilpres Putaran Kedua

Presiden Jair Bolsonaro dan sekutunya menguasai Kongres Brasil dengan menguasai separuh kursinya, meski bisa kalah dari Lula di Pilpres putaran kedua


5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

1 hari lalu

5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

Hari ini, 4 Oktober 2004 diumumkan kemenangan SBY - JK sebagai presiden dan wapres periode 2004 - 2009. Berikut beberapa fakta menariknya.


Mardiono Targetkan Perolehan 39 Kursi PPP di Pemilu 2024

1 hari lalu

Mardiono Targetkan Perolehan 39 Kursi PPP di Pemilu 2024

Mardiono menyebut pada Pemilu 2014 lalu, PPP meraih 39 kursi di parlemen. Namun jumlah itu menurun pada Pemilu 2019 lalu dengan perolehan 19 kursi.


Anies Baswedan Izin ke Partai NasDem Tuntaskan Tugas di Jakarta Sampai 16 Oktober 2022

1 hari lalu

Anies Baswedan Izin ke Partai NasDem Tuntaskan Tugas di Jakarta Sampai 16 Oktober 2022

Anies Baswedan langsung menggelar rapat dengan Sekda DKI Marullah Matali dan para Asisten Sekretariat Daerah guna membahas masalah Jakarta.


Alasan Surya Paloh Pilih Anies Baswedan Jadi Capres: Why Not The Best

1 hari lalu

Alasan Surya Paloh Pilih Anies Baswedan Jadi Capres: Why Not The Best

Surya Paloh memilih Anies Baswedan sebagai capres dari Partai Nasdem. Memilih yang terbaik dari yang baik-baik.


Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

3 hari lalu

Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

Selain ke MK, upaya mengubah ketentuan presidential threshold dinilai mesti melalui komunikasi dengan pimpinan partai politik.


Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

5 hari lalu

Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa proses demokrasi di Indonesia harus dilihat secara mendalam.


Jelang Pilpres Brasil, Neymar Dukung Presiden Jair Bolsonaro

5 hari lalu

Jelang Pilpres Brasil, Neymar Dukung Presiden Jair Bolsonaro

Bintang sepak bola Brasil Neymar Junior mendukung upaya pemilihan ulang Presiden Jair Bolsonaro jelang pilpres Ahad 2 Oktober 202


PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

7 hari lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


8 Hari Setelah PPP Copot Suharso Monoarfa, Jokowi Menunjuknya Jadi Koordinator SDGs 2024

7 hari lalu

8 Hari Setelah PPP Copot Suharso Monoarfa, Jokowi Menunjuknya Jadi Koordinator SDGs 2024

Setelah dicopot dari jabatan ketua umum PPP, Suharso Monoarfa ditunjuk Jokowi sebagai Koordinator SDGs 2024.