Jumat, 14 Desember 2018

Gempa Susulan Masih Terjadi di Lombok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelamatan dan evakuasi terus berlangsung Selasa, 7 Agustus, setelah gempa berkekuatan 7,0 skala richter menghantam Lombok, Ahad lalu, yang menewaskan sedikitnya 98 orang. CGTN/CCTV

    Penyelamatan dan evakuasi terus berlangsung Selasa, 7 Agustus, setelah gempa berkekuatan 7,0 skala richter menghantam Lombok, Ahad lalu, yang menewaskan sedikitnya 98 orang. CGTN/CCTV

    TEMPO.CO, JakartaGempa susulan masih terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Rabu pagi, 8 Agustus 2018, dengan intensitas rendah.

    Baca juga: Gempa Lombok, Tim Evakuasi Temukan Mayat di Reruntuhan Masjid

    Pada Rabu pagi, pada pukul 10.11 Wita, guncangan kembali terjadi. Berdasarkan pantauan Antara di Mataram, beberapa warga sempat panik sampai keluar dari bangunan.

    Dalam akun Twitter BMKG, gempa yang terjadi itu berkekuatan 4,9 skala Richter. Pusat gempa berada di laut 14 kilometer barat laut Lombok Utara dengan kedalaman 12 kilometer dan dirasakan sebesar III-IV MMI di Mataram dan II MMI di Karangasem.

    Gempa itu cukup menggoyangkan lampu gantung di atas bangunan hotel, dengan durasi sekitar tiga detik untuk merasakan guncangan.
    "Barusan gempa lagi, nih," kata seorang warga Mataram, Yaya, kepada Tempo, Rabu.

    Sebagian kecil masyarakat masih berkumpul di luar ruangan untuk melihat keadaan. Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat gempa Lombok, yang terdata hingga Selasa, 7 Agustus, pukul 12.00 Wita, mencapai 108 orang.

    "Sedangkan korban luka-luka sebanyak 134 orang," katanya seusai rapat koordinasi penanganan gempa Lombok di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasa.

    Ia menyatakan kemungkinan jumlah korban luka akan mengalami peningkatan karena jumlah pasien cenderung dinamis.

    "Tadi ada 50 pasien yang sudah dioperasi dari total 87 pasien yang harus dioperasi, sementara sisa 37 pasien lainnya sedang menunggu fasilitas untuk operasi tulang terbuka dan tertutup," katanya.

    Willem mengatakan tantangan pelayanan medis ialah banyak pasien yang masih trauma berada di dalam ruangan sehingga mempengaruhi penanganan lebih lanjut.

    "Di sini pada trauma, pada umumnya saat operasi atau setelah operasi tidak mau di gedung, maunya dirawat di luar," tuturnya.

    Baca juga: Telepon Jokowi, Mahathir Sampaikan Duka Atas Tragedi Gempa Lombok

    Ia mengatakan saat ini tim operasi gabungan terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban gempa yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

    "Pencarian dan penyelamatan korban sedang berlangsung di dua tempat paling parah. Di Lading-Lading di sana ada dua alat berat yang dikerahkan dan di Bangsal juga sedang dilakukan tugas penyelamatan," ucap Willem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.