Jumat, 19 Oktober 2018

Hidayat Nur Wahid Usulkan Diplomasi Politik Perempuan di ASEAN

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengunjungi Wakil Perdana Menteri Malaysia Yang Amat Berhormat Dato' Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 6 Agustus 2018.

    Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengunjungi Wakil Perdana Menteri Malaysia Yang Amat Berhormat Dato' Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 6 Agustus 2018.

    INFO MPR - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengunjungi Wakil Perdana Menteri Malaysia Yang Amat Berhormat Dato' Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 6 Agustus 2018.

    Dalam pertemuan tersebut rombongan, MPR disambut hangat Wakil PM Malaysia yang juga istri Datuk Sri Anwar Ibrahim dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), yang baru saja memenangkan pemilu Malaysia bersama Pakatan Harapan.

    Hidayat mengucapkan selamat kepada rakyat Malaysia yang menunjukkan kepada dunia bahwa negara mayoritas muslim juga bisa menjalankan demokrasi yang berkualitas, yang mengantarkan terjadinya peralihan kekuasaan secara konstitusional dengan aman dan damai.

    "Saya berharap diperkuatnya hubungan Indonesia dan Malaysia, juga untuk memperkuat pengarusutamaan demokrasi di kalangan negara-negara yang mayoritasnya muslim, juga untuk mengoreksi salah paham barat terhadap komunitas muslim yang seolah-olah anti demokrasi," kata Hidayat.

    Hidayat mengharapkan agar Malaysia dan Indonesia menjadi negara yang aktif dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya. "Kami mengusulkan agar pemimpin perempuan dengan pendekatan 'keibuan' mampu membantu menyelesaikan konflik etnik Rohingnya di Myanmar dan Bangladesh," ujarnya.

    Wakil Ketua MPR berharap Wan Azizah, Halimah Yacob (Presiden Singapura), Aung San Suu Kyi (State Counsellor, setara dengan PM Myanmar), Sheikh Hasina Wazed (PM Bangladesh), ditambah Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. Marsudi, dapat berperan lebih aktif. Diharapkan dengan diplomasi “keibuan" (motherhood touch diplomacy) akan bisa dibuat terobosan baru hadirkan solusi bagi tragedi kemanusiaan terbesar pada awal abad XXI ini.

    Wan Azizah menyambut baik ide Wakil Ketua MPR tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti, karena saat ini peran perempuan sangat penting dalam mewujudkan perdamaian.

    Indonesia-Malaysia sebagai negara mayoritas muslim harus senantiasa terlibat aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Apalagi saat ini kesadaran umat Islam di kedua negara tentang pentingnya politik kolaborasi sudah meningkat dan itu hal positif bagi perkembangan demokrasi.

    Dalam kunjungan ini, Hidayat yang didampingi anggota MPR dari DPD Cholid Mahmud dan Staf Ahli MPR juga bertemu Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Saifuddin Abdullah untuk membahas pentingnya Malaysia melindungi warga Indonesia yang berada di Malaysia dalam semangat saling membantu serta saling menghormati.

    Pada pertemuan dengan Timbalan PM Malaysia, Menteri Luar Negeri Malaysia dan Ketua Parlemen Malaysia juga dibahas tentang keprihatinan dan kepedulian terhadap masalah kemanusiaan yang lain, seperti gempa yang kembali terjadi di Lombok. Pihak Malaysia siap mengirimkan bantuan kapan saja bila diinginkan oleh pemerintah Indonesia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.