Eks Kepala Lapas Sukamiskin Akui Terima Suap dari Napi Korupsi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Tersangka Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen (kanan) memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. Wahid Husein menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pasca operasi tangkap tangan terkait suap atas pemberian fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamiskin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Sukamiskin Wahid Husein mengakui menerima suap untuk memberikan fasilitas mewah ke narapidana kasus korupsi. "Saya terima dan saya mengaku salah dalam mengelola lapas ini," kata dia usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Baca juga: Pasca-OTT di Lapas Sukamiskin, Saung-saung pun Dirobohkan

Sebelumnya, KPK menetapkan Wahid sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari narapidana korupsi di Badan Kemanan Laut, Fahmi Darmawansyah. KPK menduga Fahmi memberi suap berupa satu buah mobil Mitsubishi Triton warna hitam agar memberikan fasilitas penjara mewah dan izin keluar lapas kepada narapidana.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan empat tersangka yaitu Wahid Husein dan ajudannya Hendri Saputra sebagai penerima suap serta Fahmi dan narapidana pendamping Andri Rahmat sebagai tersangka pemberi suap.

KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka setelah menggelar operasi tangkap tangan di sejumlah tempat di Bandung pada Sabtu, 21 Juli 2018.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Kontrakan Inneke Koesherawati di Sukamiskin

Dalam operasi itu KPK menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 279 juta dan US$ 1.140 dari sel Fahmi. KPK juga menyita dua unit mobil, yakni satu unit Mitsubishi Triton Exceed berwarna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar berwarna hitam. KPK juga menemukan dokumen pemberian dan penerimaan mobil beserta dua mobil.

Atas perbuatannya, eks Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein mengaku bersalah dan meminta maaf. "Ya saya dalam perkara ini mohon maaf kepada pimpinan dan masyaralat atas segala kesalahan," kata dia.






Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

1 jam lalu

Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

Ali menyayangkan pihak Lukas Enembe justru menggelar konferensi pers ketimbang menghadiri pemeriksaan di KPK.


KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

1 jam lalu

KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Pendapat dari IDI juga akan menjadi pertimbangan KPK untuk mengizinkan Lukas Enembe berobat ke luar negeri.


Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

3 jam lalu

Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Mahkamah Agung memberhentikan sementara Hakim Agung Kamar Perdata Sudrajad Dimyati dari jabatannya.


Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

3 jam lalu

Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

Roy tergelitik untuk bertanya langsung kepada Lukas Enembe soal tambang emas. Sedang dalam proses perizinan.


Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

4 jam lalu

Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

KPK meminta agar pemerintah membenahi tata-kelola pangan dengan membuat neraca komoditas.


Jubir Lukas Enembe Enggan Tanggapi Foto yang Dirilis MAKI

5 jam lalu

Jubir Lukas Enembe Enggan Tanggapi Foto yang Dirilis MAKI

Juru bicara Gubernur Papua Lukas Enembe, M Rifai Darus mengatakan pihaknya tak mau menanggapi soal foto yang dirilis oleh MAKI soal Lukas.


Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

5 jam lalu

Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

Jokowi meminta Lukas Enembe menghormati proses hukum di KPK. Dia meminta semua pihak untuk menghormati panggilan KPK.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

6 jam lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Roy mengatakan Lukas Enembe sudah beberapa kali mengalami serangan stroke. Menurut dia, Lukas seharusnya sudah menjalani perawatan di Singapura.


KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

7 jam lalu

KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang dari swasta dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.


Kasus Dugaan Suap Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

7 jam lalu

Kasus Dugaan Suap Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

Dua saksi di Kasus Lukas Enembe ialah karyawan swasta Tamara Anggany dan pegawai negeri sipil (PNS) bernama Wiyanti Hakim