Kamis, 16 Agustus 2018

Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 98 Orang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, Minggu, 5 Agustus 2018.  Usai gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, hingga pagi ini masih terjadi gempa susulan. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, Minggu, 5 Agustus 2018. Usai gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, hingga pagi ini masih terjadi gempa susulan. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis data terbaru korban gempa Lombok. Sampai saat ini, BNPB mendata ada sebanyak 98 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada Ahad malam, 5 Agustus 2018.

    "98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 6 Agustus 2018.

    Baca: Jokowi Perintahkan Wiranto Pimpin Penanggulangan Gempa Lombok

    Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter sebelumnya mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa pada Ahad, 5 Agustus 2018 pukul 19.46 WITA. Pusat gempa ini terletak pada 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.

    Sutopo memperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat gempa ini akan terus bertambah. Hal ini, kata dia, mengingat petugas tim SAR gabungan masih belum menjangkau semua lokasi yang terdampak gempa. "Terdapat dugaan adanya korban yang tertimbun bangunan roboh belum dapat dievakuasi oleh petugas," kata dia.

    Baca: BNPB: Korban Meninggal Gempa Lombok Kebanyakan Tertimpa Bangunan

    Petugas gabungan, kata Sutopo, masih terus menyisir daerah terdampak gempa untuk mengevakuasi korban. Selain itu, aparat terus mendata jumlah korban dan kerusakan bangunan yang ada.

    Korban tewas akibat gempa ini paling banyak ditemukan di Kabupaten Lombok Utara. Daerah ini merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak gempa. Terdapat 72 orang korban tewas di daerah ini.

    Selain itu, korban meninggal lain terdapat di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 16 orang dan di Kota Mataram sebanyak 4 orang. Korban tewas di Kabupaten Lombok tengah berjumlah dua orang. Gempa yang terasa hingga Bali ini juga menyebabkan 2 orang meninggal di Kota Denpasar.

    Baca: Gempa Lombok, Pentingnya Pengetahuan Siaga Bencana Sejak Dini

    Sutopo mengatakan sebagian besar korban tewas akibat tertimpa bangunan yang ambruk. Data sementara menyebut semua korban meninggal adalah Warga Negara Indonesia (WNI). "Belum ada laporan wisatawan asing yang menjadi korban akibat gempa," ujarnya.

    Pihaknya juga masih mendata jumlah warga yang mengungsi. BNPB memperkirakan pengungsi berjumlah ribuan jiwa itu menyebar di berbagai lokasi. Akibatnya, BNPB kesulitan untuk menyalurkan bantuan berupa logistik dan lainnya. "Selain terbatasnya jumlah logistik yang ada, pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi menyulitkan pembagian bantuan, khususnya di Lombok Utara," kata Sutopo.

    Baca: Dua Fenomena Unik pada Gempa Lombok, Ini Penjelasan PVMBG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.