Azyumardi Imbau Para Ulama Bersikap Netral di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para ulama dalam acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. Acara ini digelar sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para ulama dalam acara Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. Acara ini digelar sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru besar dan cendikiawan muslim dari Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra mengimbau para ulama untuk bersikap netral dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Baca: Azyumardi Azra: Negara Tak Bisa Diselesaikan dengan Ilmu Agama

    "Dia harus bersifat netral, tidak parsial, tidak bersikap mendukung pada satu parpol tertentu," kata Azyumardi di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018.

    Azyumardi menjelaskan, sikap netral ulama itu sesuai dengan hadis, yaitu al ulama warasatul anbiya atau ulama adalah pewaris para nabi. Sebagai pewaris para nabi, ulama bersifat di atas semua kelompok dan golongan, baik itu etnis, suku, maupun agama yang berbeda-beda.

    Selain itu, Azyumardi juga meminta para ulama dalam berbagai tingkatannya untuk menyebarkan pesan kebenaran dan kedamaian. Pesan tersebut, kata dia, harus disampaikan terus menerus oleh ulama senior kepada ulama lainnya. "Jadi, ya, saling berpesan di antara para ustad, para kiai untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian, menyebarkan hoax, mengadu domba, provokasi," ujarnya.

    Baca: MUI Minta Konsep Keumatan Tak Dipersempit Demi Dukungan Politik

    Kendati begitu, Azyumardi menilai ulama yang mendukung salah satu calon presiden juga tak bisa dihindari. Dia mempersilakan para ulama untuk mendukung calon presiden pilihannya. Namun, kata Azyumardi, yang terpenting jangan mencerca dan merendahkan pihak lawan. Dengan begitu, para ulama tetap bisa menyampaikan pesan kedamaian.

    "Boleh mendukung kekuatan politik tertentu, tapi jangan kemudian menjelek-jelekkan pihak lain, kubu lain, apalagi menyebarkan berita-berita tidak benar mengenai lawannya. Jangan dijatuhkan. Itu yang penting," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.