Minggu, 16 Desember 2018

Muhammadiyah Usulkan Nawacita II ke Jokowi, Ini Poinnya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato dalam acara halalbihalal di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato dalam acara halalbihalal di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Pusat atau PP Muhammadiyah menawarkan enam poin masukan untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menyusun Nawacita jilid II jika nanti memenangkan pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Nawacita menjadi istilah yang digunakan Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 untuk menunjukan sembilan agenda prioritasnya.

    Baca: RPJMN Era SBY Dinilai Hambat Nawacita Jokowi, Ini Kata Demokrat

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir membeberkan enam poin masukan untuk Nawacita Jilid II itu saat mendampingi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta. "Dan untuk nawacita kedua, kalau boleh saya memberi enam poin masukkan, siapa tahu ini bisa jadi kekuatan memajukan bangsa ini ke depan," kata Haedar Nasir di Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018.

    Berikut adalah enam poin masukan dari PP Muhammadiyah untuk Nawacita jilid II Jokowi:

    1. Menjadikan nilai-nilai agama yang hidup di bangsa ini sebagai nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai perwujudan dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kami yakin dengan nilai agama hidup seperti itu bangsa, negara ini akan semakin kokoh," ucapnya.

    2. Menjadikan atau meneguhkan Pancasila sebagai landasan, filosofi, alam pikir, seluruh warga bangsa dan pengelolaan negara. "Sehingga Pancasila itu betul-betul terwujud dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan," ucap Haedar.

    3. Menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial, sebagai usaha untuk mengatasi kesenjangan sosial. "Saya yakin dengan penguatan infrastruktur yang berhasil pada periode ini, konsep ini akan menjadi kekuatan pemerintahan ke depan," tuturnya.

    4. Menegakan dan mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara sebagaimana amanat konstitusi. "Sehingga kita menjadi bangsa dan negara yang kokoh dan berkemajuan," kata Haedar.

    5. Penguatan daya saing sumber daya manusia Indonesia untuk berkompetisi di ranah global. Di sini pentingnya rekonstruksi dan revitalisasi pendidikan nasional.

    6. Meningkatkan peran yang sudah dirintis presiden, yakni peran pro aktif untuk dunia.

    Simak juga: Sekjen Partai Koalisi Jokowi Bahas Rumusan Nawacita Jilid Dua

    Haedar berharap enam poin ini menjadi masukan bagi Jokowi dalam menysun Nawacita Jilid II. "Semoga Allah memberi rahmat dan barokah," ujar Haedar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".