Senin, 22 Oktober 2018

Para Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2011 dan Harapan Kemajuan Masyarakat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 10 Agustus 2018. Para penerima Apresiasi Satu Indonesia Award 2011.

    10 Agustus 2018. Para penerima Apresiasi Satu Indonesia Award 2011.

    Tahun 2011 adalah kali kedua Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards diselenggarakan. Pada tahun tersebut, jumlah pendaftar meningkat dari 120 menjadi 492 insan muda berikut berbagai karya kreatifnya. Peningkatan ini dianggap sebagai hasil positif dari ajang tahunan yang diadakan oleh PT Astra International Tbk, artinya semakin banyak pula generasi muda Indonesia yang berusaha menginspirasi dan memberi manfaat pada masyarakat di daerahnya masing-masing.

    Sejumlah nama terpilih sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2011. Lima orang anak muda ini menjadi contoh positif bagi generasinya tentang bagaimana cara mengisi kemerdekaan. Mereka diharapkan menjadi penggerak masyarakat menuju kemajuan dengan berbagai karya yang kreatif dan inovatif.

    Meninggalkan pekerjaannya sebagai konsultan bisnis di perusahaan multinasional, Andi Taufan Garuda Putra justru mengembangkan keuangan mikro di Ciseeng, Bogor Jawa Barat. Ia mendirikan Amartha Microfinance dan menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah.

    Seorang ahli teknologi pangan bernama Hayu Dyah Patria yang berasal dari Jombang, Jawa Timur, hadir sebagai pemberdaya gizi dengan memanfaatkan tanaman liar. Ia melestarikan tanaman liar, memperkuat ketahanan pangan serta memerangi kekurangan gizi dengan cara sederhana dan mudah untuk diterapkan.

    Komunitas Lereng Medini hadir sebagai pembangkit kecintaan masyarakat Desa Bebengan, Boja, Kendal Jawa Tengah terhadap sastra dan dunia pengetahuan lainnya. Komunitas ini didirikan oleh pemuda setempat yang bernama Heri Chandra Santosa.

    Ratna Indah Kurniawati, seorang perawat yang bekerja di Puskesmas Kecamatan Grati, Pasuruan, Jawa Timur memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri menghadapi berbagai masalah kesehatan. Selain mengajarkan usaha kepada para penderita kusta, ia juga mengajak para penderita HIV/AIDS untuk memberikan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat luas.

    Sebagai seorang aktivis pemberdayaan perempuan, Rusmawati tak bisa tinggal diam melihat begitu rumitnya persoalan hidup para ibu di Pesisir Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Melalui Sanggar Belajar Anak yang didirikannya, Rusmawati membangun kemandirian para ibu dan memberikan pencerahan tentang pentingnya pendidikan pada anak.

    Untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang generasi muda kreatif lainnya dalam program SATU Indonesia Awards, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com.

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.