Selain Lokasi, Ini Penghambat Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah seusai gempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Juli 2018. Gempa Lombok menyebabkan 82 orang meninggal, ratusan lain luka-luka, ribuan rumah rusak, serta ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah seusai gempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Juli 2018. Gempa Lombok menyebabkan 82 orang meninggal, ratusan lain luka-luka, ribuan rumah rusak, serta ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan ada beberapa kendala yang menghambat tim evakuasi untuk menolong pengungsi terdampak gempa Lombok. sehingga, ada beberapa lokasi yang belum mendapatkan bantuan.

    Baca: Akibat Gempa Lombok, 358 Orang Dievakuasi dari Pulau Gili Trawangan

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan salah satu kendala adalah luasnya daerah terdampak gempa Lombok. Selain itu, adanya kerusakan tiga jembatan yang menjadi penghubung ke beberapa tempat pengungsian. “Jembatan Tampes, Lokok Tampes, dan Jembatan Luk rusak, yang mengakibatkan aksesibilitas terganggu,” kata Sutopo, Senin 6 Agustus 2018.

    Saat ini, kata Sutopo, ada ribuan pengusungsi yang tersebar di pelbagai tempat. Seperti lapangan dan halaman rumah. Makanya, konsentrasi tim pemberi bantuan pun akhirnya terpecah-pecah di banyak lokasi. Sehingga masa tanggap darurat penanganan dampak gempa di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur, akan diperpanjang hingga Sabtu 11 Agustus 2018.

    Baca juga: Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Siapkan Dana Bantuan Gempa Lombok

    Sampai saat ini, BNPB telah mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan. 2 helikopter milik BNPB pun diperbantukan untuk penanganan darurat aibat gempa lombok. Selain itu bantuan datang dari TNI, KRI dr Suharso, Basarnas, Polri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, hingga lembaga non-pemerintah.

    “Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan khususnya makanan siap saji, air mineral, air bersih, tenda, terpal, tikar, selimut, pakaian, makanan penambah gisi, layanan trauma healing, dapur umum, obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk pengungsi,” kata Sutopo.

    Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, Minggu pukul 19.46 waktu setempat. Pusat gempa Lombok terletak pada 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.

    Simak: Ada 132 Kali Guncangan Susulan Pasca Gempa Lombok 

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi telah berakhir pada Minggu pukul 21.25. Data terakhir BNPB menyebutkan 91 orang meninggal akibat gempa Lombok.

    Fikri Arigi


     

     

    Lihat Juga