Jumat, 17 Agustus 2018

Akibat Gempa Lombok, 91 Orang Meninggal dan 209 Luka-luka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 6 Juli 2018. Gempa Lombok menyebabkan 82 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga lainnya mengungsi ke tempat yang aman. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 6 Juli 2018. Gempa Lombok menyebabkan 82 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga lainnya mengungsi ke tempat yang aman. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban meninggal akibat gempa Lombok yang berkekuatan 7 Skala Richter (SR)  pada Ahad 5 Agustus 2018, bertambah menjadi 91 orang.

    Baca juga: Mensos Idrus Marham Segera Salurkan Bantuan Korban Gempa Lombok

    "Jumlah korban meninggal menjadi 91 orang, 209 luka-luka, ribuan rumah rusak, dan puluh ribuan mengungsi. Ini data sementara, kemungkinan bisa bertambah karena pendataan masih dilakukan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018.

    Ia menambahkan korban meninggal kebanyakan karena tertimpa bangunan yang roboh akibat gempa. Namun ada pula yang meninggal setelah terjatuh dan mengalami stroke saat berlari menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

    Sutopo mengatakan, korban meninggal segera dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi dan akan mendapat santunan sebesar Rp 15 juta dari Kementerian Sosial, sedangkan yang terluka segera dirawat di rumah sakit dan mendapat santunan Rp 2,5 juta.

    Menurut Sutopo, hingga saat ini masih terus didata mengingat belum seluruh wilayah terdampak gempa Lombok terjangkau oleh tim gabungan SAR.

    Saat gempa 7 SR mengguncang Lombok, ia mengatakan ada 10.000 masyarakat yang masih mengungsi di berbagai titik pengungsian pascagempa berkekuatan 6,4 SR pada 29 Juli 2018. Jumlah pengungsi diperkirakan bertambah melebihi angka pengungsi sebelumnya menjadi sekitar 20.000 orang.

    Baca juga: BMKG Mencabut Peringatan Dini Tsunami Gempa Lombok

    "Pendataan otomatis diulang lagi dari awal, karena ada rumah warga yang kondisinya retak pascagempa 6,4 SR sekarang roboh," ujar Sutopo.

    Sutopo mengatakan banyak masyarakat yang tak memahami status level waspada tsunami yang kemarin dikeluarkan BMKG pasca Gempa Lombok. Akibatnya, hingga kini masih banyak yang mengungsi di perbukitan atau daerah lebih tinggi meski status tersebut sudah dicabut sejak Ahad malam 5 Agustus 2018.

    Meski demikian, kata Sutopo, banyak pula dari mereka yang memilih mengungsi hanya di depan rumah masing-masing sambil menjaga harta bendanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.