UGD RSUD Penuh, Korban Gempa Lombok Dirawat di Area Parkir

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi runtuhan tembok papan nama hotel Santika yang roboh akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR di Mataram, NTB, Ahad, 5 Agustus 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut beberapa bangunan di Lombok dan Bali rusak akibat gempa. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Warga melintasi runtuhan tembok papan nama hotel Santika yang roboh akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR di Mataram, NTB, Ahad, 5 Agustus 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut beberapa bangunan di Lombok dan Bali rusak akibat gempa. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Petugas piket di UGD (Unit Gawat Darurat) RSUD Nusa Tenggara Barat mengaku kewalahan menangani korban gempa Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018. Korban luka-luka terus berdatangan sejak Minggu malam  hingga Senin dinihari, 6 Agustus 2018. Berdasarkan pantauan Antara, ruang UGD rumah sakit tidak sanggup menampung pasien. Bahkan, petugas terpaksa menempatkan pasien di area parkir.

    Baca juga: Gempa Lombok Utara, BMKG: Peringatan Dini Tsunami Berakhir

    Pasien yang dibawa ke rumah sakit sebagian besar mengalami luka di bagian kepala dan ada yang menderita patah tulang kaki atau tangan. Mereka dirawat terdiri oleh keluarganya, sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan.

    "Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh," kata Fitri salah seorang warga Desa Puyung Waker Sumpak, Kabupaten Lombok Tengah.

    Peta Gempa Lombok yang bermagnitude 7,0 SR, pada pukul 18:46:35 WIB, Ahad, 5 Agustus 2018. BMKG

    Fitri menambahkan, dia anak perempuannya yang menderita benjol di kepala. "Saya tidak sempat mengambil telepon yang tertingal di rumah. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun di kampung halaman," tutur wanita yang bekerja di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat ini.

    Salah seorang petugas RSUP NTB menghubungi seluruh rumah sakit di Kota Mataram dan sekitarnya agar bersiap-siap menerima pasien rujukan. Pasien yang dirawat di areal parkir juga terjadi RSUD Tripat Gerung Kabupaten Lombok Barat. Rumah sakit mengeluarkan pasien dari ruang perawatan karena khawatir ada reruntuhan bangunan akibat gempa.

    Begitu juga dengan kondisi di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Mataram. Para pasien dirawat di tengah jalan raya. Ada juga yang diungsikan ke lapangan kantor Gubernur NTB yang berada tidak jauh dari rumah sakit. Bahkan, satu jenazah diduga siswa MTs di Kabupaten Lombok Barat, masih di dalam mobil ambulans yang terparkir di jalan depan RSAD Mataram.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD melansir jumlah korban meninggal akibat gempa Lombok sebanyak 82 orang. Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 19.46 Wita. Pusat gempa terletak pada 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.