Gempa di Laut Lombok Utara, NTB Terasa hingga ke Bali

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa bermagnitude 7,0 SR mengguncang NTB, pada pukul 18:46:35 WIB, Ahad, 5 Agustus 2018. Twitter/@BMKG

    Gempa bermagnitude 7,0 SR mengguncang NTB, pada pukul 18:46:35 WIB, Ahad, 5 Agustus 2018. Twitter/@BMKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa berkekuatan berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) mengguncang Sumbawa Timur, Laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi hari ini, pukul 18.46 WIB. Gempa itu terasa hingga ke Bali.

    Baca: Gempa 7,0 SR Guncang NTB, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

    I Made Argawa, warga Tabanan, Bali, menuturkan dirinya merasakan tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya bergoyang. "Sekitar 2-3 menit, kerasa banget," ujarnya saat dihubungi Tempo, sesaat setelah kejadian.

    Ketika itu, Argawa sedang melintas di jembatan di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan sekitar pukul 20.00 Wita. "Di sekitar jalan banyak warga yang keluar rumah," tuturnya.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa yang terjadi di Lombok ini berpotensi tsunami. "Setelah parameter gempa bumi, kekuatannya menjadi 7,0 SR dan berpotensi terjadi tsunami," ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Ahad 5 Agustus 2018.

    Baca: Gempa Lombok 7,0 SR, BMKG: Berpotensi Tsunami

    Rahmat mengatakan titik gempa berada di kedalaman 15 km dari permukaan laut, tepatnya di garis lintang 8.73 LS dan garis bujur 116.48 BT.

    Saat ini, kata dia, statusnya sudah waspada untuk Lombok Barat bagian utara dan Lombok Timur bagian utara. "Untuk kawasan Lombok Barat dan Timur bagian utara statusnya sudah waspada," ujarnya. Menurut Rahmat, tiba-tiba gelombang dapat berbeda-beda. Selain itu, gelombang pertama bisa saja bukan gelombang yang terbesar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.