Hotman Paris Dampingi Korban Perkosaan Tes DNA Ulang

Reporter

Hotman Paris Hutapea. Tabloidbintang.com

TEMPO.CO, Jakarta-Pengacara Hotman Paris Hutapea akan mendampingi seorang korban perkosaan berinisial M menjalani tes ulang DNA di Markas Besar Polri Senin besok, 6 Agustus 2018. Hotman bersama keluarga korban akan mendatangi Mabes Polri pada pukul 08.30 WIB.

"Nanti kami sama-sama berangkat dari Mabes Polri menuju Bidokkpol (Bidang Kedokteran Kepolisian) Pusdokkes (Pusat Kedokteran dan Kesehatan) Polri di Cipinang," ujar Hotman melalui pesan singkat, Ahad, 5 Agustus 2018.

Baca: Korban Perkosaan Dihukum, Aliansi Keadilan: Ada Pelanggaran

Di sana korban akan menjalani tes ulang DNA. Terduga pelaku dan ibu terduga pelaku juga turut dites. Pada 30 Juli 2018 Hotman mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan adanya dugaan penukaran sampel darah dalam tes DNA yang dilakukan Kepolisian Sektor Rakumpit, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sebenarnya empat orang tersebut sudah mengambil tes DNA. Namun hasil yang keluar hanya tiga sampel dan hasil antara DNA terduga pelaku dan anak korban tidak cocok. Keluarga korban pun mempertanyakan jumlah sampel yang kurang saat diterima. "Keluarga mempertanyakan seolah-olah ada ketidakberesan dalam pengiriman sampel DNA. Apa tertukar atau sengaja ditukar?" ucap Hotman ketika itu.

Simak: Polisi Belanda Tangkap Pelaku Perkosaan Mahasiswi Indonesia

Atas alasan itu lah, Hotman meminta untuk dilakukan tes ulang. Hal ini diperlukan untuk melanjutkan proses hukum dugaan pemerkosaan yang dilakukan terlapor. Kasus ini bermula saat M diperkosa oleh terduga pelaku sebanyak dua kali pada 10 Maret 2017 dan 24 Maret 2017. Ia diperkosa setiap akan berangkat ke sekolah.

Takut akan dibunuh, korban sempat bungkam. Sampai pada akhirnya, ia melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada orang tuanya. Orang tua korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rakumpit pada 23 Agustus 2017.

Tak terima dilaporkan, terduga pelaku bersama ibunya mendatangi sekolah korban dan melakukan penganiyaan saat M sedang menjalani ujian akhir. Tindakan penganiyaan itu telah diproses dan kini terduga pelaku sudah divonis. Hanya saja untuk perkara perkosaan, terduga pelaku belum tersentuh hukum.






Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Panitia Penyelenggara Diperiksa

22 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Panitia Penyelenggara Diperiksa

Polri telah menaikan status tragedi Kanjuruhan ke penyidikan.


Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

23 jam lalu

Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

Soal Aremania yang sempat ditangkap, Nico Afinta sempat membisik kepada Kadivhumas Polri. "Sudah dipulangkan."


Propam Periksa 18 Polisi yang Pegang Senjata Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

1 hari lalu

Propam Periksa 18 Polisi yang Pegang Senjata Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Diduga karena terkena gas air mata, suporter panik dan berusaha keluar Stadion Kanjuruhan.


Mabes Polri Ungkap 612 Kasus Judi Online Sepanjang 2022

5 hari lalu

Mabes Polri Ungkap 612 Kasus Judi Online Sepanjang 2022

Tidak hanya pidana judinya, pelaku serta bandar judi online juga dijerat pasal pencucian uang.


Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

5 hari lalu

Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

Kadiv Humas Polri Dedi Prasetyo megatakan tidak ada anggota kepolisian yang terlibat peretasan akun digital milik sejumlah awak redaksi Narasi TV


Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

7 hari lalu

Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

Pemerhati hukum mendesak kasus obstruction of justice dalam kasus Brigadir J agar cepat dituntaskan


Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

14 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,


Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

16 hari lalu

Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

Adapun keputusan sidang banding ini akan diserahkan kepada Ferdy Sambo dalam waktu 3-5 hari.


Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

16 hari lalu

Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

Keputusan banding bersifat final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan Ferdy Sambo.


Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri

16 hari lalu

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri

Sidang banding tidak menghadirkan pelanggar atau Ferdy Sambo maupun pendampingnya.