MPR Minta Masyarakat Memilih Pemimpin Sesuai Hati Nurani

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Muhammad Rizal di acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerja sama MPR dengan Yayasan Pendidikan Islam H. Jahrudin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, di Gedung Serbaguna Kecamatan Curug, Minggu, 5 Agustus 2018.

    Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Muhammad Rizal di acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerja sama MPR dengan Yayasan Pendidikan Islam H. Jahrudin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, di Gedung Serbaguna Kecamatan Curug, Minggu, 5 Agustus 2018.

    INFO NASIONAL - Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Muhammad Rizal mengingatkan, dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, masyarakat agar mempunyai tanggungjawab atas pilihannya, bukan memilih atas dasar iming-iming dan kepentingan tertentu.

    "Kita harapkan, dengan adanya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, masyarakat mempunyai pilihan dan mempunyai tanggungjawab atas pilihan itu. Bukan atas dasar kepentingan tertentu atau iming-iming. Karena, kita mencari pemimpin Indonesia ke depan. Kalau salah memilih pemimpin menjadi tanggungjawab pemilih," kata Muhammad Rizal usai Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerja sama MPR dengan Yayasan Pendidikan Islam H. Jahrudin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, di Gedung Serbaguna Kecamatan Curug, Minggu, 5 Agustus 2018.

    Dalam acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan ini, Muhammad Rizal mewakili Ketua MPR, dengan dihadiri sekitar 400 peserta dari kalangan tokoh masyarakat, alim ulama, lurah, kepala desa, kepala sekolah, dan majelis taklim.

    Muhammad Rizal mengingatkan, masyarakat yang menentukan siapa yang menjadi wakil, baik di DPRD, DPR,  DPD, dan pemimpin nasional. "Kita mencoba mengingatkan masyarakat agar mengetahui persis siapa yang akan memimpin, apakah anggota DPR, DPRD, anggota DPD, presiden dan wakil presiden. Masyarakat yang akan menentukan," katanya.

    "Kita harapkan, pilihlah sesuai hati nurani. Mana yang baik untuk kita. Jangan terpengaruh oleh hal-hal yang membuat kita lupa bahwa kita juga punya tanggungjawab kepada yang kuasa," ucapnya.

    Dalam Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan, Rizal juga menyebutkan, berdasarkan Pasal 1 ayat 2 UUD NRI Tahun 1945, kedaulatan ada di tangan rakyat. "Menjadi hak rakyat untuk memilih. Kalau memilih orang atau wakil yang salah, maka kesalahan ada pada pemilih. Jangan menjual kedaulatan. Pilihlah sesuai hati nurani," ujarnya.

    Karena itu, Rizal meminta agar masyarakat Indonesia memilih pemimpin yang amanah. "Lihat integritasnya, kompetensinya, kelebihan di bidangnya yang memperhatikan masyarakat sekitar dan amanah. Ini menjadi tanggungjawab pemilih jika memilih orang yang ternyata tidak amanah," ucapnya.

    Rizal juga mengajak masyarakat untuk merekatkan Indonesia setelah Pilkada Serentak ini. "Mari kita jaga Indonesia. Mari bersatu dengan kebersamaan untuk Indonesia, agar Indonesia maju dan sejahtera. Mari bangun Indonesia, kita sambut Indonesia Emas tahun 2045," kata Rizal. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.