Rabu, 17 Oktober 2018

Jokowi Terima Menlu AS di Hari Minggu, Retno: Kerja, Kerja, Kerja

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. Adi Weda/Pool via REUTERS

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. Adi Weda/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengisi Ahad paginya kali ini dengan tiga kegiatan berturut-turut. Mulai mengikuti pemecahan rekor senam poco-poco terbesar di dunia, bernyanyi dalam acara Harmoni Indonesia 2018, hingga menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo di Istana Merdeka, Jakarta.

    Bila dua agenda pertama terkesan lebih santai, di agenda terakhir, Jokowi dan Pompeo terlibat dalam pembicaraan penting menyangkut hubungan kedua negara. Saat disinggung mengenai pertemuan dua tokoh pada hari libur ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menjawab hal itu adalah tanda bahwa pemerintah selalu bekerja.

    Baca: Jokowi Terima Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo

    "Buat kami, setiap hari kan hari Senin. Kerja, kerja, kerja," katanya saat ditemui setelah menemani Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Pompeo bukan tamu negara pertama yang diterima Presiden pada Ahad. Sebelumnya, Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Bogor pada Ahad sore, 15 Januari 2017.

    Retno menjelaskan, dalam pertemuan tadi, Jokowi dan Pompeo membahas sejumlah isu, mulai kerja sama ekonomi kedua negara, stabilitas kawasan Semenanjung Korea, hingga kemerdekaan Palestina.

    Baca: Songsong Asian Games, Jokowi Ikuti Pemecahan Rekor Poco-poco

    Ia menuturkan Amerika dan Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. Menurut Jokowi, seperti diutarakan Retno, peluang meningkatkan kerja sama perdagangan kedua negara terbuka lebar. Sebab, jenis barang yang diperdagangkan Indonesia tidak berkompetisi satu sama lain.

    Terkait dengan hal itu, kata Retno, Jokowi menyampaikan harapannya agar Amerika tidak menghapus fasilitas generalized system of preference (GSP) untuk Indonesia. "Kalau kita lihat dari barang yang ada di GSP, 53 persen adalah terkait dengan produk yang diekspor AS, terkait proses produksi yang diperlukan," ujarnya.

    Selain itu, Jokowi menyampaikan kepada Pompeo bahwa Indonesia ingin ada kedamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan. "Presiden ingin menggunakan Asian Games untuk merekatkan persahabatan antara masyarakat kedua negara," ucap Retno. Sedangkan untuk isu Palestina, Jokowi meminta Amerika memberikan peran yang kontributif agar terjalin proses perdamaian.

    Baca: Jokowi dan Para Menteri Hadiri Paduan Massal Harmoni Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.