Datangi PBNU, Puluhan Kiai Minta Cak Imin Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siroj, Menkominfo Rudiantara, Presiden Direktur/CEO XL Axiata Dian Siswarini dan Plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meninjau ruang kontrol jaringan telekomunikasi anggota NU di Kantor PBNU, Jakarta, 22 Mei 2017. Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan platform digital untuk memudahkan komunikasi antar publik dengan anggota dan pengurus NU. Tempo/Tony Hartawan

    (dari kiri) Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siroj, Menkominfo Rudiantara, Presiden Direktur/CEO XL Axiata Dian Siswarini dan Plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meninjau ruang kontrol jaringan telekomunikasi anggota NU di Kantor PBNU, Jakarta, 22 Mei 2017. Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan platform digital untuk memudahkan komunikasi antar publik dengan anggota dan pengurus NU. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan kiai dari berbagai penjuru Indonesia mendatangi gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat untuk menemui Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj.

    Baca: PBNU: Islam Nusantara Bersumber dari Al-Quran
    Baca: PBNU Dukung Capres yang Pilih Cawapres dari Kader NU

    Tujuannya, kiai-kiai tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka yang mendukung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi inkumben Joko Widodo atau Jokowi pada 2019 nanti.

    "Aspirasi yang disampaikan kiai-kiai ini adalah mereka sepakat untuk mendukung pencalonan cak Imin sebagai cawapres mendampingi pak Jokowi," kata Anwar Iskandar, juru bicara perwakilan kiai di Jakarta, Sabtu 4 Agustus 2018.

    Kiai-kiai tersebut, kata Anwar, ingin agar selanjutnya aspirasi tersebut dimusyawarahkan di dalam PBNU agar dapat menjadi bagian dari aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi perhelatan demokrasi di 2019 nanti.

    Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini juga menyampaikan bahwa aspirasi kiai-kiai ini berasal dari aspirasi warga dalam naungan kiai tersebut, baik para santri ataupun jamaahnya. Ia juga mengatakan bahwa kiai-kiai tersebut merupakan kyai berpengaruh di daerahnya masing-masing sekaligus memiliki pesantren-pesantren besar.

    "Para kyai sepuh ini (berasal) dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta," ujar Helmy.

    Helmy juga menuturkan, Said Aqil selaku Ketua Umum PBNU telah menerima aspirasi para kyai ini dengan baik. "Tentu di forum yang tepat beliau (Said Aqil) akan segera menyampaikan aspirasi ini (kepada Jokowi) karena waktu yang sangat singkat, yaitu hingga tanggal 10 Agustus nanti," tuturnya.

    Dalam pantauan Tempo, Said Aqil juga menemui para kyai tersebut untuk berdiskusi terkait dengan penyampaian aspirasi ini. Namun demikian, diskusi tersebut bersifat tertutup untuk awak media.

    Selepas diskusi penyampaian aspirasi, awak media dipersilakan untuk masuk ke ruang diskusi, Ketua PBNU Said Aqil mohon diri dan menolak memberi jawaban pertanyaan awak media. "Langsung tanya ke dalam saja ya, ada juru bicaranya," kata Said ketika hendak dimintai keterangan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.