Rabu, 17 Oktober 2018

MUI Minta Kementerian Kesehatan Tunda Pemberian Vaksin MR

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa mengintip diberikan imunisasi campak dan rubella (MR) di SD Negeri 61 Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis, 2 Agustus 2018. ANTARA/Adiwinata Solihin

    Seorang siswa mengintip diberikan imunisasi campak dan rubella (MR) di SD Negeri 61 Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis, 2 Agustus 2018. ANTARA/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersepakat dengan Kementerian Kesehatan untuk menunda pemberian vaksin campak dan rubella atau vaksin MR bagi masyarakat muslim di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menunggu kejelasan tentang kehalalan bahan baku pembuatan vaksin MR ini.

    "Menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkan fatwa MUI," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 4 Agustus 2018.

    Baca:
    Kementerian Kesehatan Kesulitan Melakukan Vaksin MR di Luar Jawa
    Bio Farma: Vaksin MR Telah Digunakan di Negara-negara Muslim

    Menurut Asrorun, vaksin MR yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII) ini masih belum bisa dipastikan halal atau haram. Selama ini belum ada pemeriksaan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI tentang kehalalan vaksin itu.

    "Produk vaksin MR belum dimohonkan sertifikasi halal, sehingga belum ada pemeriksaan." Namun, MUI sudah mengeluarkan fatwa yang membolehkan imunisasi pada 2016. Imunisasi yang ditolak itu apabila vaksin yang digunakan mengandung bahan haram dan belum ada opini keagamaan. "Tapi yang haram pun dalam kondisi tertentu bisa digunakan," katanya.

    Baca: Asrorun Niam: MUI Riau Bukan Menolak Imunisasi Vaksin MR, Tapi ...

    Asrorun mengatakan MUI akan segera membahas dan menetapkan fatwa tentang vaksin MR dalam waktu secepatnya. Saat ini MUI dan Kemenkes menunggu data bahan baku pembuatan vaksin dari SII agar dapat segera diteliti.

    Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan kementerian berupaya membantu mempercepat proses sertifikasi halal vaksin MR yang akan dilakukan MUI. "Kementerian Kesehatan akan segera menyurati SII selaku produsen vaksin MR untuk dapat memberikan data yang dibutuhkan mempercepat proses sertifikasi halal."

    Simak: Kesepakatan MUI, Menteri Kesehatan, dan Bio Farma Soal Vaksin MR ...

    MUI Kepulauan Riau mengimbau warga tidak ikut imunisasi campak sebagaimana tertuang dalam surat kepada Gubernur Kepulauan Riau tertanggal 30 Juli 2018. MUI Kepulauan Riau meminta Kementerian Kesehatan menunda pemberian imunisasi vaksin MR sampai terbit sertifikat halal dari MUI Pusat. Selain itu, mereka meminta MUI Pusat segera bertemu dengan Kementerian Kesehatan untuk membahas masalah ini.

    MUI dan Kemenkes telah bertemu Jumat kemarin. Dalam pertemuan itu, semua pihak menyepakati beberapa hal termasuk percepatan sertifikasi halal vaksin MR.

    SYAFIUL HADI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.