Rabu, 17 Oktober 2018

Orasi Politik, AHY Singgung Soal Politik Identitas dan Keumatan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono menghadiri Deklarasi Nasiomal Cakra AHY di Gedung Djoeang 45, Senin 30 Juli 2018. Tempo/Insan Qurani

    Agus Harimurti Yudhoyono menghadiri Deklarasi Nasiomal Cakra AHY di Gedung Djoeang 45, Senin 30 Juli 2018. Tempo/Insan Qurani

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyayangkan menguatnya politik identitas di Indonesia. AHY mengaku khawatir politik identitas itu mengoyak persatuan bangsa.

    "Saat ini sayangnya politik identitas pelan tapi pasti menguat," kata AHY dalam orasi Muda Adalah Kekuatan, di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Jumat malam, 3 Agustus 2018.

    Baca: AHY Tak Menampik Terus Mempersiapkan Diri Jadi Cawapres Prabowo

    AHY mengatakan menguatnya politik identitas itu menimbulkan kerentanan dan kekhawatiran terkoyaknya persatuan bangsa. Menurut dia, perbedaan identitas yang meliputi suku dan agama berpotensi mengakibatkan perpecahan ini.

    Ia pun mengajak semua pihak, khususnya anak muda yang mendengarkan orasinya malam itu, mencegah terjadinya hal tersebut. AHY meminta semua pihak tak saling menghujat, menyalahkan, mencaci maki, apalagi menjatuhkan.

    Menurut AHY, anak muda harus memberi yang terbaik untuk Ibu Pertiwi Indonesia. "Jangan biarkan Ibu Pertiwi kita menangis. Jangan biarkan itu terjadi," ujarnya.

    Baca: AHY Sebut Prabowo adalah Sosok yang Tegas dan Hebat

    Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini melanjutkan, semua pihak harus bekerja sama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, sejahtera, dan maju di kancah dunia. Ia mengajak anak muda bersama-sama melangkah ke depan mewujudkan hal itu.

    AHY pun lantas menyinggung terminologi yang kerap digunakan sejumlah pihak untuk menyebut koalisi di pemilihan presiden 2019, yakni keumatan, kerakyatan, dan kebangsaan. "Kita semua satu, kerakyatan keumatan dan kebangsaan harus dibaca dalam satu napas yang sama," kata AHY.

    Baca: AHY Sampaikan Orasi Politik Ketiga Bertema Muda adalah Kekuatan

    Gagasan koalisi keumatan dicetuskan oleh pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, yang mendorong bergabungnya Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, dan Partai Berkarya untuk pilpres 2019. Sedangkan koalisi kerakyatan merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Partai Demokrat. Terminologi ini menguat kembali setelah AHY berpidato dengan tema "Dengarkan Suara Rakyat" di Jakarta Convention Center pada Juni lalu.

    AHY mengatakan persoalan politik identitas dan menjaga persatuan tersebut merupakan pesan paling penting dari pidatonya malam ini. Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini mengajak anak-anak muda meningkatkan pengabdian kepada negeri. "Inilah pesan yang paling penting malam ini. Mari kita jaga persatuan, mari kita terus tingkatkan bakti dan pengabdian kita kepada negara yang kita cintai ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.