Rabu, 17 Oktober 2018

Diminta Turun ke Jalan Tandingi #2019GantiPresiden, Ini kata PDIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang relawan membawa spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. Dalam kegiatan tersebut, para relawan membacakan aspirasi yang menyatakan siap mengawal jalannya Pemilu 2019 agar tertib dan lancar, sehingga terwujudnya 2019 Ganti Presiden. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang relawan membawa spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. Dalam kegiatan tersebut, para relawan membacakan aspirasi yang menyatakan siap mengawal jalannya Pemilu 2019 agar tertib dan lancar, sehingga terwujudnya 2019 Ganti Presiden. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat Tb Hasanuddin mengaku, menerima banyak keluhan seiring maraknya gerakan #2019GantiPresiden. Bahkan kata TB Hasanuddin, banyak yang meminta ke dia agar melawan aksi tersebut agar tidak meluas khususnya di Jawa Barat.

    Baca juga: PKS: Pengaruh Gerakan #2019GantiPresiden Sudah Diakui

    "Jadi rekan-rekan meminta ke saya, mendesak untuk turun ke lapangan," kata pria yang akrab disapa Kang Hasan ini di Bandung, Jumat 3 Agustus 2018.

    Akan tetapi, pihaknya mengaku tidak akan melakukan aksi tandingan #2019GantiPresiden demi menjaga kondusifitas di Jawa Barat.

    "Saya dengan segala hormat untuk tidak melakukannya. Karena apa, kami khawatir ada bentrok. Kami hanya akan berdoa supaya Jawa Barat tetap damai dan kondusif dalam keadaan seperti apa pun," katanya.

    Hasanuddin mengatakan gerakan #2019GantiPresiden bisa menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kehidupan masyarakat.

    "Selain melanggar aturan, gerakan tagar ganti presiden 2019 juga kami nilai upaya provokatif karena dapat mengganggu ketenteraman baik secara nasional maupun di Jawa Barat," kata Tb Hasanuddin.

    Menurut dia, kehidupan berdemokrasi harus dijalankan dengan tetap mengacu kepada aturan dan perundang-undangan yang ada, sehingga dirinya meminta semua pihak untuk tidak menyalahi aturan dalam menjalankannya.

    Baca juga: Gerindra Sesalkan Imbauan MUI Soal Gerakan #2019GantiPresiden

    "Pemilu presiden selama ini ada tahapannya, sekarang belum masuk ke tahapan kampanye pilpres. Saya melihat baik di situasi nasional maupun daerah, ada kelompok tertentu yang tidak ikuti aturan yang ditetapkan negara, mereka mendeklarasikan untuk mengganti presiden," kata dia lagi.

    Hasanuddin menambahkan selain menyalahi aturan, gerakan #2019GantiPresiden provokatif, sehingga tidak heran jika menimbulkan konflik di antara sesama masyarakat.

    "Seperti yang diketahui bahwa di beberapa tempat terjadi bentrokan, di Riau dan Batam. Kami memohon ke seluruh komponen, elemen, tidak melakukan provokasi. Mari kita jaga keutuhan NKRI, kedamaian, wabil khusus di wilayah Jawa Barat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.